Tak Lolos CPNS, 500 Warga Bakar Kantor BKD Membramo Raya Papua

oleh -35 views
Link Banner

Porostimur.com | Burmeso: Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, dibakar warga, pada Jumat (28/8/2020). Diperkirakan sebanyak 500 warga membakar kantor tersebut karena kecewa hasil pengumuman CPNS 2018.

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menjelaskan, peristiwa itu terjadi dari pukul 11.00 WIT hingga 13.00 WIT.

“Terjadi perusakan dan pembakaran kantor BKD Mamberamo Raya oleh oknum warga. Mereka kecewa terkait hasil pengumuman CPNS 2018 oleh pemerintah setempat,” ujar Kamal, dikutip dari Pojoksatu.id, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIT, puluhan warga yang diduga tidak lolos formasi CPNS 2018 itu berkumpul di Distrik Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya. Mereka kemudian menyeberang ke Burmeso, pusat perkantoran dengan menggunakan sejumlah speedboat dan perahu.

Link Banner

“Dalam perjalanan ke arah pusat perkantoran di Burmeso, mereka melakukan pelemparan sejumlah kantor. Termasuk kantor KPU setempat,” kata Kamal.

Baca Juga  Kapolda Malut Resmi Gedung Baru Direktorat Lalu Lintas

Awalnya, sejumlah warga itu datang ke kantor BKD untuk menemui pejabat atau staf terkait. Tujuannya, tidak lain menanyakan pengumuman CPNS formasi 2018 yang telah beredar di tengah publik.

“Tapi di sana tidak didapatkan, tidak ada (staf) yang bisa menjelaskan terkait hasil pengumuman CPNS itu,” jelasnya.

Saat itu, Kapolres Mamberamo Raya bersama personilnya yang ada di lokasi melerai dan menenangkan massa agar tidak bertindak anarkis. Akan tetapi, upaya itu tidak berhasil lantran jumlah warga yang berkumpul mencapai sekitar 500 orang.

Setelah melampiaskan kemarahan dengan merusak dan bakar kantor BKD, massa membubarkan diri. “Mereka membubarkan diri, kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan speedboat dan perahu,” ucapnya.

Baca Juga  Triwulan IV 2017, IMK dan IBS tumbuh positif

“Mereka tidak tinggal di Burmeso, ada yang di Kasonaweja dan distrik lain,” imbuhnya.

Kamal menyatakan, peristiwa ini sejatinya bisa dicegah seandainya pemerintah setempat berkoordinasi terkait pengumuman CPNS agar bisa dilakukan antisipasi.

“Pihak kepolisian baru tahu setelah ada mobilisasi massa yang bergerak dari Kasonaweja ke Burmeso. Hal ini cukup kita sayangkan, karena merugikan. Jika ada hal yang patut dibicarakan sebaiknya dilakukan,” ungkapnya.

Hingga kini, aparat kepolisian Polres Membramo Jaya masih bersiaga di lingkungan perkantoran di Distrik Burmeso dan Kasonaweja. Sementara itu, pantauan dari laman media sosial Facebook Mamberamo Raya News, sejumlah warga melampiaskan berbagai kekecewaan. Warga menyesalkan pengumuman CPNS formasi 2018 yang tidak mengakomodir warga asli setempat. (red/rtm/ljc)