Tak Mau Ada Pelanggaran, Anies Batalkan Pertemuan dengan para Raja di Ambon

oleh -109 views

Porostimur.com, Ambon – Tidak mau ada pelanggaran terhadap aturan kampanye, Calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Rasyid Baswedan (ARB) membatalkan agenda pertemuan dengan para raja di Kota Ambon.

Meski agenda silaturahmi Abah Anies dengan para raja atau Latupati se-Pulau Ambon, sudah masuk dalam jadwl kunjungan ke Kota Ambon, Senin 14 Januari 2024 besok, namun jadwal tersebut dibatalkan guna menghindari terjadinya pelanggaran.

“Sebenarnya pertemuan dengan para raja se-Pulau Ambon sudah diagandakan. Undangannya pun sudah disiapkan. Tapi setelah dikaji oleh bidang hukum tim pemenangan nasional (TPN) AMIN, apalagi karena sudah ada kasus CawapresPaslon 02 Gibran, akhirnya dengan berat hati kita tiadakan,” kata Ketua Tim Pemenangan Daerah AMIN Maluku Rositah Usman, kepada wartawan di Ambon, Minggu (14/1/2024).

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Apel Gabungan Antisipasi Tahapan Pilkada 2024

Untuk diketahui, Bawaslu Maluku kini mengusut dugaan pelanggaran dalam pertemuan tersebut apalagi tidak ada pemberitahuan resmi dari Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran.

“Kita masih kaji, tapi jika kita merujuk ke regulasi yang ada, misalnya Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 itu, pelaksanaan kampanye peserta pemilu dilarang melibatkan kepala desa dalam kampanye. Ancamannya ada dalam ketentuan pidana di Pasal 521,” ujar Ketua Bawaslu Maluku Subair, Sabtu (13/1/2024).

“Saya belum tahu (keberadaan pejabat) pastinya, tapi di laporan pengawasan kita itu ada sekitar 30 orang kepala desa. Kalau di sini (kepala desa) sebutnya Bapa Raja,” lanjut Subair.

Dia lalu menjelaskan jabatan Bapa Raja yang dimaksud dalam Perda Maluku Tengah merujuk pada jabatan seorang kepala daerah. Sementara di Pulau Buru atau Maluku Tenggara dan Kepulauan Maluku, Bapa Raja adalah kepala adat yang terpisah dari unsur pemerintahan. “Tapi di Maluku Tengah, hasil kajian kita sementara itu Bapa Raja adalah kepala desa juga,” terangnya.

Subair mengungkapkan pertemuan Gibran dengan 30 kades yang berlangsung di Hotel SwissBell itu tidak resmi. Apalagi, kata dia, TKD Prabowo-Gibran tidak memberikan informasi sah kepada Bawaslu Maluku.

Baca Juga  ASDP Resmi Terapkan Reservasi Tiket Online di Pelabuhan Hunimua

“Kita tidak bisa lagi (melakukan pencegahan), karena kan ini pertemuan tidak resmi yah. Tidak ada pemberitahuan secara resmi dari TKD ke Bawaslu,” ungkap Subair. (Keket)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.