Tak tandatangan surat keterangan waris, Lurah Wainitu berulah

oleh -145 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Lurah Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, J. Nikijuluw, dinilai menghambat proses eksekusi yang sedang diupayakan oleh pihak keluarga ahli waris Christina Latupapua.

Pasalnya, eksekusi yang harus diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Ambon itu tidak ditandatangani oleh lurah bersangkutan.

Hal ini dibenarkan Kuasa Hukum ahli waris Latupapua, Hendrik Lusikooy, saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (21/12).

”Kami minta sikap dan pelayanan yang ditunjukan oleh Lurah Wainitu, Nikijuluw yang tidak mau menandatangani Surat Keterangan ahli waris Christina Latupapua. Sangat disayangkan pelayanan yang ditunjukan Lurah Wainitu, Nikijuluw seperti itu,” ujarnya.

Link Banner

Menurutnya, dalam proses pengurusan permohonan eksekusi, Surat Keterangan ahli waris ditandatangani Lurah, kemudian disampaikan ke tingkat Kecamatan Nusaniwe dan diteruskan ke PN Ambon.

Saat masalah ini diadukan kepada pihak Kecamatan Nusaniwe, jelasnya, sang lurah pun berkilah tidk ada alasa atas sikapnya yang tidak ingin menandatangani surat ahli waris dimaksud.

Baca Juga  Kapolda Papua: Manokwari Mulai Kondusif

Dijelaskannya, sebidang tanah di lokasi RT003/RW 04 yang diperkarakan antara keluarga Latupapua melawan keluarga Pentury dengan Nomor: 1756K/PDT/1997, tanggal 22 Juni 2000, sudah diputuskan pada tanggal 9 Agustus 2000.

Sesuai Putusan pada tingkat Kasasi, akunya, Hakim mengembalikan haknya sesuai dengan sertifikat.

Dimana, dalam sertifikat ada tiga nama dari keluarga Latupapua, yakni Julius Latupapua, Hindrieta Latupapua dan Christina Latupapua.

Khusus Julius dan Hindrieta Latupapua sudah meninggal dan tidak mempunyai keturunan.

Sedangkan Christina Latupapua mempunyai keturunan 3 orang anak dan memiliki hak atas bidang tanah yang diperkarakan.

”Lurah Wainitu menolak untuk menandatangani Keterangan Waris dari keturunan Christina Latupapua dan menolak tanpa dasar. Timbul pertanyaan, apa yang menyebabkan sampai si Lurah Wainitu Nikijuluw tidak mau menandatangani Keterangan Waris Latupapua dimaksud,” herannya.

Bahkan, tegasnya, Putusan Pengadilan tingkat Kasasi yang menjelaskan, telah menurunkan kepada ketiga nama ahli waris dari Christina Latupapua sebagaimana dalam sertifikat.

Baca Juga  Mahfud MD jadi pembicara dalam seminar Pesparani Nasional I

”Pada perkara tersebut, keluarga Pentury telah dikalahkan Pengadilan Tingkat Kasasi dengan menurunkan kepada tiga nama dalam sertifikat sebagai ahli waris Latupapua,” timpalnya.

Sikap Nikijuluw seperti ini, akunya, harus dikoreksi, karena menggunakan jabatan tidak mempermudah pelayanan kepada masyarakat, tetapi malah menyusahkan masyarakat.

”Sangat disayangkan Lurah Wainitu mengambil sikap menolak menandatangani Keterangan Waris yang diajukan keturunan dari Christina Latupapua. Lalu memasukan orang lain lagi. Itu pemahaman Lurah yang sangat keliru sekali,” jelas Lusikooy kesal.

Sesuai amar putusan perkara Nomor: 1756K/PDT/1997, tanggal 22 Juni 2000 dan diputuskan pada tanggal 9 Agustus 2000, terangnya, disebutkan mengadili, mengabulkan permohonan kasasi 1, Chorneles Pentury, 2, Audri Pentury, 3, Yolanda Pentury dan 4, Lisa Pentury tersebut.

Kemudian, membatalkan Keputusan Pengadilan Tinggi Maluku, tanggal 11 November 1996, Nomor: 92/PDT/1996/PT.MAL, dan Putusan Pengadilan Negeri Ambon tanggal 21 Agustus 1996 Nomor: 14/PDT.G/1996/PNAB.

Baca Juga  Isu Makar dan Radikal Akan Muncul Setelah Deklarasi KAMI

Selain itu, tambahnya, mengadili sendiri yakni 1) mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, 2) menyatakan Akta Perdamaian No:114/PDT.G/1985/PNAB tanggal 23 November 1985 Batal Demi Hukum, 2, menyatakan perbuatan tergugat 1 (satu) yang membagi-bagikan dan mengalihkan tanah sengketa kepada pihak lain adalah perbuatan melawan hukum, 3) mengembalikan kedudukan tanah sengketa seperti semula sesuai ketentuan yang tercatat dalam sertifikat Nomor: 15 atas nama Julius Latupapua, Hindrieta Latupapua dan Christina Latupapua, 4) menolak gugatan penggugat seluruhnya.

”Artinya, dari putusan ini sudah mengembalikan bidang tanah yang disengketakan kepada tiga nama ini yakni, Julius Latupapua, Hendrieta Latupapua dan Christina Latupapua. Sedangkan Julius dan Hendrieta sudah meninggal dan tidak mempunyai keturunan. Hanya ahli waris Christina Latupapua yang mempunyai keturunan tiga orang,” pungkasnya. (Yuli Harmusial)