Tak Terima Dipukuli, RM Laporkan Suaminya Ke Polsek Ternate Selatan

oleh -998 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Tidak terima dipukuli, RM selaku korban melaporkan suaminya Muhlis ke Polsek Ternate Selatan akibat aksi pemukulan Muhlis kepada dirinya (RM) selaku Korban.

Muhlis dilaporkan pada tanggal 05 Juli melalui Surat dengan nomor : SPTL//VII/2021/Polsek.

Kepada porostimur.com, Jum’at (9/7/2021), korban RM mengaku dirinya dipukuli oleh suaminya saat berada di rumah. “Dia pukul saya karena saya kasana bela itu anak yang dia marah”, jelas Rustila.

Menurutnya saking sayangnya dia kepada anak – anaknya, dirinya tak tega anak-anaknya selalu dimarahi oleh suaminya.

Kata Rustilah, selaku korban dirinya ingin polisi bekerja secara profesional agar suaminya ditahan. Pasalnya, dirinya tidak terima dengan aksi pemukukan yang dilakukan suaminya.

Baca Juga  Soal kebijakan new normal Covid-19, YLKI: Terlalu dini, gegabah dan gambling

“Saya mau polisi dong tahan dia jang dulu kase keluar karena saya tidak akan cabut perkara itu”, tandas Rustila melalui telepon selulernya.

Sekedar diketahui, UU Nomor  23 Tahun 2004 Tentang Penghapusa  Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 poin ke 1. Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Selain itu, UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusa  Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjelas bahwa Bab VIII  Ketentuan Pidana Pasal 44 (1) Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp15 Juta. (adhy)