Tak Terima Istrinya Diberitakan, Junaidi Ancam Pimpinan Media

oleh -103 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kasus intimidasi terhadap wartawan masih terus terjadi. Kali ini Pemimpim Umum media online porostimur.com yang mendapat ancaman dari seorang pria yang mengaku tidak terima istrinya diberitakan.

Berita dengan judul “Diduga Oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Lalai atas Meninggalnya Pasien BPJS, Aliansi Indonesia Ancam Boikot Kantor RSUD” memuat dugaan malpraktek salah seorang dokter di RSUD Ternate yang dianggap tidak becus dalam menangani pasien hingga pasien tersebut meninggal dunia.

Berita tersebut memuat pernyataam Ketua Aliansi Indonesia (AI) Halmahera Selatan, Sarjan Taib yang mengecam salah satu oknum Dokter RSUD Chasan Boesoirie Ternate, lantaran dianggap tidak becus dalam memberikan pelayanan terhadap salah satu pasien BPJS Rasmi Tendra (46 tahun) asal Desa Bajo Kabupaten Halmahera Selatan yang dirawat di Rumah Sakit umum Hasan Boesoeirie Ternate pada Jumat empat pekan lalu dimana pasien yang juga keluarga dekat Sardan itu, akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah nginap di ruang bedah RSUD Ternate kurang lebih dua pekan.

Baca Juga  Pemdes Hoku-Hoku Kie Salurkan BLT-DD Bulan Mei Kepada 98 KK Penerima

Sarjan Taib yang juga selaku pihak keluarga pasien mengaku kesal lantaran dokter yang memeriksa pasien tidak memberitahu hasil pemeriksaan kepada dokter yang lain bahkan pihak suami dan keluarga pasien namun dokter tersebut langsung pergi keluar daerah sehinga membiarkan pasien tersebut terbaring begitu saja diruang bedah dengan penyakit yang dideritanya,

Pria yang diketahui bernama Junaidi ini, selain marah-marah terhadap Pemimpin Umum media online Porostimur.com melalui telepon seluler, Ia juga melontarkan kata-kata yang diduga mengancam dengan Nomor telepon 08529901118XX.

“Saya minta dicermati baik2 artikel tersebut. Kemudian yg bertanggungjawab hubungi saya. Sebelum pengacara kami atau penyidik yg hubungi Poros Timur”, tulisnya via pesan SMS , Jumat (21/2/2020).

Baca Juga  DITANGKAP! Pelaku Hoax ‘Uang Sogok’ RS Pancaran Kasih Manado Terancam Penjara 6 Tahun

Pemimpin Umum Porostimur.com, Katerina Mailoa mengaku sangat menyayangkan sikap oknum karyawan BUMN tersebut.

“Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam. Harusnya dia meminta untuk memberikan hak jawab atau melapor ke Dewan Pers bukan melakukan ancaman terhadap wartawan, namun yang bersangkutan terus saja marah-marah di telepon,” tegasnya.

Menurutnya, jelas setiap wartawan yang melakukan tugasnya dilindungi undang-undang PERS No. 40 tahun 1999, dan apabila ada pihak-pihak yang terbukti mengganggu kerja jurnalis dapat dihukum dengan hukuman penjara dan denda.

“Media dan jurnalis kami selalu berpegang pada UU Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI). Ini sudah menggangu kebebasan pers”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Indonesia Halmahera Selatan yang juga narasumber berita tersebut mengatakan apa yang dia sampaikan kepada media dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga  Walikota Surati Gubernur Maluku Terkait Pembatasan Akses Masuk Ambon

“Berita itu saya narasumbernya. Mereka menulis sesuai keterangan yang saya sampaikan. Jadi jangan seenaknya menyerang media kalau ada yang tidak puas dengan pemberitaan. Ada mekanismenya. Tempuh mekanisme dan jalurnya sesuai aturan. Jangan marah-marah dan ancam wartawan”, ujar Sardan. (red)