Tak Transparan Kelola DD, Kades Fatkauyon Didemo Sejumlah Pemuda dan Pelajar

oleh -148 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Sejumlah pemuda dan pelajar Desa Fatkauyon, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara (Malut), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa menyoal kinerja PJ Kepala Desa (Kades) Desa Fatkauyon, PJ Hasang Sibela, Sabtu 23 Mei kemarin.

Pemuda dan Pelajar yang tergabung dalam Forum Bangkitlah Pemuda dan Pelajar Desa Fatkauyon (FBPPDF) menilai kades tidak transparan atas penglolaan Dana Desa (DD) semanjak tahun 2019 hingga sekarang.

Kepada porostimur.com, Ahad (24/5/2020) Kordinator Lapangan (Korlap) Hamsa Upara, mengatakan bahwa penglolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, terdapat banyak hal yang diduga tidak tersparan, sehingga hal ini membuat pemuda dan pelajar menggelar aksi di depan kantor desa kemarin.

Baca Juga  Omicron Masuk Indonesia, Kemenag Tunda Pemberangkatan Jamaah Umrah Perdana

“Seperti pembangunan Gedung Pertemuaan Desa Fatkauyon yang di anggarkan pada tahun anggara 2019 sebesar Rp. 46126.000, dikelola lansung oleh PJ Kepala Desa (Kades), bahkan Tim Pelaksana Kerja Desa (TPKD) tak di aktifkan alias tidak ada, namun di papan informasi mencantumkan namanya sebagai Pelaksana Pekerjaan yaitu TPK”, beber Upara.

Masa aksi yang tergabung dalam Forum Bangkitlah Pemuda Dan Pelajar Desa Fatkauyon (FBPPDF), yang diwakili Isrudin Koroy, menuturkan bahwa pembangunan gedung pertemuan yang dianggarkan pada tahun anggaran 2019, sampai saat ini belum terselesaikan.

“Bukan hanya itu, dalam proses pekerjaan ada beberapa item pekerjaan seperti pemasangan ring balok penahan atap ada empat titik retak patah, dan bocor pada atapnya,” beber Koroy.

Baca Juga  Seleksi Taruna Akpol 2021 Dimulai, Ini Penekanan Kapolda Maluku

FBPPDF dalam aksinya mendesak PJ Kepala Desa segera Pertanggujawabkan serta meminta Pemdes agar transparan dalam mengelola Dana Desa (DD).

Mereka juga mendesak Pemdes untuk segera mengaktifkan Tim Pelaksanaan Kerja Desa (TPKD) serta mendesak Pemdes menyelesaikan pembangunan Gapura Selamat Datang dan Selamat Jalan

Selain itu, para pelajar dan pemuda ini juga menolak keberadaan PJ Kapala Desa Fatkauyon dan mendesak yang bersangkutan agar mundur dari jabatan karena di nilai tidak layak.

Kata Isrudin Koroy, tuntutan ini tak mampu di jawab oleh PJ Kepala Desa Secara sistematis dan terstruktur, malah berbelit belit untuk menjawab.

Isrudin bilang, PJ Kepala Desa (Kades) Desa Fatkauyon aneh dan melanggar Undang-Undang, pasalnya ketika menjawab tuntutan massa aksi, sang Pj Kades menyebut bahwa APBDes Tidak boleh dilihat oleh masyarakat karena ada hal-hal rahasia.

Baca Juga  Soal LIN, Murad Bilang Bu Susi Seng Ikhlas Par Maluku

“Ini kan aneh dan lucu. Dokumen APBDes itu dokumen publik yang wajib diumumkan kepada warga. Pemdes berkrwajiban mensosialisasi dokomen APBDes kepada mascara, misalnya melalui baliho atau alat informasi lain” kata Isrudin.

“Mulai detik ini maka kami akan terus mengawal Dana Desa (DD) sampai kapan pun, jadi kades jangan main-main dengan Dana Desa,” pungkasnya. (red/ifo)