Takdir Cintaku

oleh -29 views
Link Banner

Cerpen Karya: Nayla Alkanza

Rintik hujan di luar menambah rasa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Namaku Rindi pengagum berat seorang pria yang ada di sekolahku yang telah menjadi sahabat lamaku. Setiap kali aku terus memikirkannya, membayangkan senyum manisnya tatapan matanya yang teduh membuatku serasa tenggelam dengan ketampanannya sekalipun aku menatapnya. Sampai kini di tengah hujan yang mengguyur seluruh lingkungan ini aku terus memikirkannya. Kadang aku sedikit berharap, “bolehkah aku menjadi pendamping hidupnya?”

Aku melihatnya sosok yang aku dambakan telah ada di hadapanku.
“Hy Rin, pagi gini udah ngelamun, gue mau nanya nih” tanyanya membuyarkanku
“Ehh, gak kok gue gak ngelamun cuman lagi memandang seseorang” jawabku terkekeh
“Ciee ciee siapa nih?” tanyanya penasaran dengan raut muka ingin tahunya
“yang lagi ngobrol sama gue” aku coba menggodanya, memang aku ini orang yang blak blakan, namun untuk masalah yang ini aku berusaha memendam dalam diam tak akan pernah kubiarkan seseorang tahu apa yang kurasakan.
“E-ehh gue keluar dulu ya mau ketemu sama Yoga” jawabnya dengan meninggalkan rona merah di pipinya setelah itu pergi meninggalkanku

Baca Juga  Ternyata Ada Lima Genre Musik House, Ini Ulasannya

Jam pelajaran pertama pun dimulai, Rangga belum juga datang kemana dia. Baru saja aku memikirkannya lelaki dengan senyum manisnya itu datang. Ya, Rangga.

Link Banner

Aku berjalan menyusuri koridor untuk menikmati indahhnya senja ini..
Ku duduk di bangku taman sekolahku menikmati senja yang menurutku cocok untuk menenangkan pikiran. Aku mulai memejamkan mata untuk mengingat kejadian beberapa bulan lalu yang mengawali kisah cinta diam diamku.

“Hei lo anak baru ya?” tanya seorang anak lelaki yang duduk di sebelahku, senyumnya manis, tatapannya meneduhkan setiap orang yang sedang memandangnya, wajahnya putih bersih menampilkan ketampanan dirinya.
“Sorry kok lo ngeliatin gue sampe segitunya sih?” tanyanya terkekeh
“O-ooo iya maaf maaf, kamu siapa?”jawabku gelagapan
“Kenalin nama gue Rangga” jawabnya dengan mengulurkan tangannya dan menyunggingkan senyumnya yang mampu membiusku beberapa detik lamanya
“Ouhh iya nama gue Rindi” jawabku sambil membalas uluran tangannya.

Baca Juga  Di Maluku 17 Orang Terkonfirmasi Positif Corona. 6 Sembuh, 11 Masih Dirawat

Semenjak saat itu perasaanku kepadanya berbeda dengan yang lain, aku sempat bingung pertanda apakah ini? Apa ini cinta pada pandangan pertamaku? jika benar aku mohon tuhan dapat memyatukan kami berdua.

Namun, takdir berkata lain aku tak mampu mengatakan perasaanku kepadanya dan merasa nyaman dengan pilihanku untuk menikmati cinta dalam diam. Hingga saatnya dia dimiliki oleh wanita yang jauh lebih dari apa yang aku miliki, membuatku sangat sedih. Tapi, aku segera menangkis pikiran iti siapa aku? Siapa aku, sehingga berpikiran seperti itu?.

Andai kau tahu betapa besar aku mencintaimu. Betapa besar keinginanku untuk menatap matamu yang teduh itu, melihat senyum yang manis itu. Aku berusaha memendam rasa ini, walaupun membuatku menyesal karena dengan ide gilaku itu aku kehilangan dirimu yang dulu.

Baca Juga  5 Rumah Rusak, Warga Bitung Masih Mengungsi

Aku memandang langit senja, kenangan pilu itu tak bisa aku hapus secepat itu. Kini ada dia di sampingku.
“Hmm andai waktu diputar kembali” ucapnya
“Ya? Emang kenapa?” tanyaku keheranan
“Aku ingin lebih lama bersama Resha kekasihku yang belum lama ini meninggalkan aku, semua yang ada disini.” jawabnya dengan raut muka sedih.
“Ya kau hanya harus bersabar dan berdoa untuknya yang sudah jauh di alam sana” saranku kepadanya
“Aku yakin kau akan menemukan wanita lain yang lebih mencintai dirimu, menyangimu dari dulu dan hanya mampu menyimpannya tak berani untuk mengungkapkannya” ucapku lagi, ia hanya diam memandangi langit biru.
Aku ingin dia sadar dengan perasaanku sampai saat ini. (*)