Tak Terima Diberitakan Nikah Siri Dengan Pembobol BNI Ambon, Pengacara DN Kirim Orang Demo Kantor Media

oleh -244 views
Link Banner

Porostimur.com |Ambon: Puluhan warga asal Negeri Samet, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (21/10/2019) sore tadi, mendatangi Kantor Redaksi Harian Kabar Timur di Kawasan Mardika, Kota Ambon, Maluku.

Puluhan warga tersebut, mengancam akan membakar Kantor Harian Kabar Timur jika masih memberitakan soal privasi Daniel Nirahua dalam kasus pembobolan Bank BNI 46 dengan tersangka Faradiba Yusuf.

Mereka juga mengancam akan membunuh Pemimpin Redaksi Kabar Timur Ongki Anakoda.

Ancaman itu disampaikan langsung warga yang mengatasnamakan diri sebagai keluarga besar Nirahua saat mendatangi Kantor Redaksi Harian Kabar Timur.

“Bos.. siapa yang tulis berita soal Nirahua nikah siri? . Lalu ada juga soal perumahan di Citra Land yang dibayar Faradiba. Pokoknya kita tidak terima. Silahkan tulis kasus hukumnya. Jangan ungkit soal privasi Narahua,” ancam beberapa orang di hadapan wartawan Kabar Timur.

Mereka mengatakan Ongki Anakoda harus bertanggungjawab dan membeberkan, siapa yang menyampaikan informasi soal nikah siri Daniel Nirahua serta soal kepemilikan rumah di Citra Land itu.

Baca Juga  Hasil Liga Italia: Cristiano Ronaldo jadi 'Tumbal' Setelah Juventus Tahan Imbang Lazio

“Pak Ongki harus tanggungjawab karena berita itu tidak benar. Kami tetap tunggu sampai pak Ongki katakan, siapa yang menyampaikan informasi itu. Atau narasumber dalam berita itu siapa,” tuntut mereka.

Ancaman tidak saja dari mereka yang berada di lantai II kantor Katim. Di tangga menuju lantai II dan juga di lantai I, ancaman serupa disampaikan oleh sekitar 40 orang laki-laki yang mengatasnamakan diri keluarga Dani Nirahua tersebut.

“Bakar dong kantor ni saja. Telepon ale punya bos bilang katong ada datang, puluhan orang mau klarifikasi berita,” kata seorang dari mereka dengan dialeg Melayu Ambon.

Mendapat penjelasan dari wartawan, bahwa Pimred Ongki Anakoda biasanya tiba kantor pukul 17:00 WIT, mereka yang berada di ruang redaksi lantas turun dan menunggu di depan kantor Katim yang berada di jalan Mutiara, Ambon itu.

Baca Juga  1 dekade, Angkatan 09 Namlea gelar sunatan massal di Kayeli

Dari mulut sebagian besar diantara mereka yang menyantroni Kantor Redaksi Harian Kabar Timur itu, tercium bau minuman keras.

Merasa tidak puas, beberapa pria berotot kembali naik ke ruang redaksi di lantai dua untuk memastikan kehadiran Ongki Anakoda di kantor.

” Bos e, dia datang pasti jam berapa. Wee inga e, tanah ada masih banyak. Jang katong gale dia (bos) pung kubur sakali. Bilang dia datang jam berapa,” ancam pria yang mulutnya beraroma minuman beralkohol itu.

Pemimpin Redaksi Harian Kabar Timur, Ongki Anakoda kepada porostimur.com mengatakan, dirinya menyesalkan cara-cara premanisme yang dilakukan oleh Dani Nirahua, apalagi Dani pernah menjadi wartawan

“Kita hadapi dengan langkah hukum. Kita akan lapor resmi masalah ini ke Polres Ambon untuk mengungkap siapa dibalik itu.” ujarnya.

Baca Juga  Mau Tampil Lebih Elegan Saat Idul Adha?, Intip 6 Model Gamis Warna Coklat ala Influencer ini

Ongki menambahkan, upaya hukum ini juga dimaksudkan untuk memberikan pelajaran bagi mereka yang terlibat pengancaman sekaligus memberi efek jera bahwa cara-cara premanisme seperti itu tidak dibenarkan.

“Saya yakin mereka yang datang juga diprovokasi oleh Dani Nirahua yang nota benenya mantan jurnalis dan orang yang sebetulnya paham hukum,” pungkasnya.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu, Harian Kabar Timur sempat menurunkan laporan terkait pembobolan rekening nasabah BNI Cabang Ambon oleh tersangka Faradiba Yusuf.

Dalam laporan tersebut, Harian Kabar Timur menulis tentang Daniel Nirahua yang diduga kuat ikut kecipratan uang hasil pat-gulipat itu berupa sebuah mobil sport dan sebuah kantor.

Dani juga dikabarkan telah menikah siri dengan Faradila Yusuf dalam laporan yang diturunkan Harian Kabar Timur pada halaman depan itu. (red/rtl)