Taliban Umumkan Pembentukan Emirat Islam Afghanistan, Dibentuk Dewan Penguasa

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Kabul: Taliban mengumumkan pembentukan negara Emirat Islam Afghanistan, Kamis (19/8/2021).

Dikutip dari Russia Today, Juru Bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, memposting pembentukan negara Afghanistan itu di Twitter, hari ini.

Ia juga membagikan gambar (logo) pemerintahan, dengan bendera emirate tampak digabungkan dalam lambangnya.

Pengumuman ini dikeluarkan kurang dari seminggu setelah jatuhnya ibu kota negara itu, Kabul,  ke tangan Taliban.

Mujahid juga menyatakan bahwa pendirian Emirat Islam Afghanistan dilakukan 102 tahun setelah Inggris melepaskan kendali atas negara itu.

Tanggal 19 Agustus diperingati sebagai hari libur nasional di Afghanistan, memperingati kemerdekaannya dari negara adidaya kolonial.

Kelompok ini telah lama menggunakan nama itu untuk menyebut diri mereka sendiri dalam komunikasi resmi.

Pada hari Minggu, Taliban mengklaim telah menguasai Kabul ketika Presiden Ashraf Ghani yang digulingkan melarikan diri, mencari perlindungan di UEA.

Baca Juga  Akademisi Dukung Sikap Bawaslu Malut Tindak ASN yang Terlibat Politik Praktis

Dewan Penguasa

Pada bagian lain, seorang anggota senior Taliban mengatakan  negara itu mungkin akan diperintah oleh dewan penguasa.

Disebutkan, pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, kemungkinan akan bertanggung jawab secara keseluruhan nantinya.

Waheedullah Hashimi, komandan senior Taliban yang memiliki akses ke pengambilan keputusan kelompok inin, mengatakan, struktur kekuasaan akan memiliki kesamaan dengan Afghanistan saat Taliban berkuasa 1996-2001.

Sementara Mullah Omar akan tetap di balik layar, dan menyerahkan pemerintahan sehari-hari dalam suatu dewan.

Menurut Hashimi, Akhundzada akan menjadi ketua dewan , yang mirip dengan presiden negara itu.

“Mungkin wakilnya (Akhundzada) akan berperan sebagai ‘presiden’,” kata Hashimi, berbicara dalam bahasa Inggris, seperti dilansir dari The Straits Times.

Pemimpin tertinggi Taliban memiliki tiga wakil: Mawlavi Yaqoob, putra Mullah Omar; Sirajuddin Haqqani, pemimpin jaringan militan kuat Haqqani; dan Abdul Ghani Baradar, yang mengepalai kantor politik Taliban di Doha dan merupakan salah satu anggota pendiri kelompok tersebut.

Baca Juga  Ini Penyebab Gempa Magnitudo 6,9 Goyang Laut Banda

Baradar dan pemimpin penting Taliban lainnya tiba di markas lama kelompok itu di Kandahar pada Rabu (18/8/2021).

Ini menandai kembalinya ke negara itu untuk pertama kalinya dalam lebih dari 10 tahun.

Seorang pejabat Taliban mengatakan para pemimpin akan menunjukkan diri mereka kepada dunia, tidak seperti di masa lalu ketika mereka hidup secara rahasia.

“Perlahan, secara bertahap, dunia akan melihat semua pemimpin kami,” kata pejabat senior Taliban kepada Reuters.

Baradar, yang banyak diharapkan bisa memimpin pemerintahan kelompok itu, pernah tinggal di Doha, Qatar, di mana kelompok itu memiliki kantor politik.

Hashimi mengatakan,  banyak masalah tentang bagaimana Taliban akan menjalankan Afghanistan belum dipastikan, tetapi Afghanistan tidak akan menjadi negara demokrasi.” katanya.

Baca Juga  Triwulan IV 2017, IMK dan IBS tumbuh positif

“Kami tidak akan membahas sistem politik seperti apa yang harus kami terapkan di Afghanistan karena sudah jelas. Itu hukum syariat dan itu saja,” katanya.

(red/tribunnews)

No More Posts Available.

No more pages to load.