Tambah unit komputer, SMPN 2 Ambon siap hadapi UN

oleh -70 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Secara fisik dan mental, persiapan menghadapi Ujian Nasional (UN) sudah dimaksimalkan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ambon.

Begitupun  untuk realisasi penyelenggaraan UN sendiri, baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pesil (UNKP), sudah dilakukan oleh sekolah dimaksud.

Bahkan, saat ini pihak sekolah sementara menunggu arahan dari pemerintah pusat tentang realisasi ujian nasional dimaksud.

Hal ini diungkapkan Kepala SMPN 2 Ambon, La Siteny, saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Kamis (1/2).

Langkah yang diambil dalam mengikuti UN nanti, jelasnya, berupa komputerisasi maupun alternatif kedua berupa manual.

Bahkan dengan tegas ditekankannya pihaknya sudah siap dari sisi sarana dan prasarana.

Baca Juga  Ini Penyebab Listrik Jakarta-Banten Lumpuh Total

Meskipun belum mencukupi target, akunya, pihaknya tetap bersiap dan melakukan penambahannya.

Untuk penambahan, terangnya, bergantung kepada pihak pemerintah, pihaknya sendiri bersama komite, maupun pihak swasta.

”Jenis penambahan itu ada 3 faktor dari pihak Pemerintah, pihak sekolah, pihak komite. Yang ada saat ini adalah penambahan dari pihak pemerintah dan pihak komite berjumlah kurang lebih ada 80 unit. Dan kami sedang meminta tambahan 40 unit dari luar dan dapat diselesaikan paling cepat bulan Maret. Kalau tidak terkumpul, kami akan meminjam,” jelasnya.

Dari sisi peserta, jelasnya, untuk tahun 2018 ini pihaknya akan menyelenggarakan UN kepada 400 siswa.

Diharapkannya, hasil didikan, gemblengan, proses bisa teraplikasikan dengan baik oleh siswa pada pelaksanaan UN nanti, sehingga bukan saja memberikan hasil yang baik dan maksimal bagi siswa, tetapi juga sekolah.

Baca Juga  Nex Parabola Dukung Penegakan Hukum pada LPB atau LCO Tak Berizin

”Tentu ada dukungan dari masyarakat, dari orang tua dan komite dan warga sekolah. Serta pemerintah harus melihat jalannya ujian. Kemudian tentang jalannya ujian, kemudian melihat kekurangan-kekurangan, karena kita dapat membenahinya pada ujian nasional nanti,” pungkasnya. (Febby sahSahupa)