Tami, Bocah Sekolah Dasar yang Jadi Relawan Gempa di Ambon

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sejak gempa berkekuatan 6.8 SR pada 26 September 2019 lalu mengguncang Ambon dan sekitarnya lalu gempa-gempa susulan lainnya yang terus mendera hingga ribuan kali, menyisakan duka dan trauma mendalam.

Berbagai jalinan kasih dan aksi simpatik dilakukan dari berbagai daerah di Indonesia untuk membantu saudara di Ambon, Haruku dan Kairatu.

Aksi yang dilakukan tidak hanya menggalang dana bahkan banyak yang menjadi relawan dan terjun langsung ke lokasi pengungsian untuk membantu para korban.

Gadis kecil bernama Latifah Putri Pratami Bahasoan (12), Siswi Kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Citra Kasih Ambon ini pun, sejak 27 September 2019 lalu turut ambil bagian menjadi relawan bersama Perhimpunan Kanal Maluku.

Bocah perempuan yang akrab disapa Tami ini, aktif membantu kakak-kakaknya di Perhimpunan Kanal Maluku di berbagai lokasi pengunngsian, mulai dari mengepak hingga mengantarkan bantuan.

Baca Juga  Warga Ngade Tolak Asrama Haji Ternate Sebagai Lokasi Karantina Pasien Covid-19. Ini Tanggapan Kakanwil Kemenag Malut

Tami juga kerap ikut bersama para aktivis Wanita Penulis Indonesia (WPI) Ambon yang melakukan kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban gempa di lokasi-lokasi pengungsian.

Ia ikut memberi trauma healing dengan mengajak anak-anak sebayanya bermain dan bernyanyi.

Tami dan sang ibu Cesilvia Hatala

Kepada porostimur.com, Tami bercerita bagaimana keadaan di lokasi-lokasi pengungsian yang begitu memprihatinkan karena banyak bangunan yang rata dengan tanah seperti di Desa Liang Kecamatan Salahutu dan beberapa desa lain dimana masyarakat mengungsi di tanah lapang maupun kebun dan tinggal di dalam tenda pengungsian.

Sejak hari kedua pasca gempa, Tami sudah ikut bersama tim relawan Perhimpunan Kanal Maluku untuk menyalurkan bantuan kepada pengungsi di Kayu Manis dan Air Panas Desa Tulehu.

Baca Juga  Diduga Korsleting Listrik, Rumah Nur Asma Ludes Dilalap Jago Merah

Keesokan harinya Tami juga ikut mengantarkan bantuan untuk pengungsi di Desa Waai dan Desa Liang, begitu pula di titik-titik pengungsian lain yang disambangi relawan dari Perhimpunan Kanal Maluku.

Hingga semalam pun, Tami masih ikut memberikan bubur ayam untuk anak-anak pengungsi di Desa Morela Kecamatan Leihitu.

Bersama sang ibu Cesilvia Hatala, Tami berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain untuk membagikan bubur ayam kepada anak-anak pengungsi.

Tak lupa Tami pun mengajak teman-temannya untuk membantu para korban secara moril berupa sumbangan dan inmoril seperti ucapan di medsos tanda berbelasungkawa, serta doa yang terpenting untuk keluarga sahabat yang sedang terkena musibah.

“Kegiatan sosial itu penting sekali untuk meningkatkan jiwa kemanusiaan dan kebhinektunggalika, serta mempererat tali persaudaraan antar suku bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga  5 WAGs yang Miliki Pendidikan Tinggi, Nomor 1 Seorang Dokter

Menurutnya keinginan menjadi relawan adalah panggilan jiwa seseorang dalam aksi kemanusiaan untuk kerja ikhlas dan penuh resiko.

“Membantu saudara-saudara kita yang saat ini membutuhkan aluran tangan kita semua itu adalah hal yang tidak dapat dinilai dengan apapun,” ucapnya dengan lirih. (keket)