Tangkal paham radikal, Polres Manokwari galakkan Bina Waspada

oleh -37 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manokwari : Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi belum lama ini, rupanya lebih disebabkan oleh gagalnya pemahaman tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Karena itu, kegiatan Bina Waspada menjadi sebuah wadah edukasi kepada masyarakat agar tidak terprovokasi, dengan situasi dan kondisi tersebut.

Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Manokwari juga menanggapi dan menindaklanjuti insiden di Surabaya itu, dengan menyasar lingkungan-lingkungan masyarakat untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang apa itu Radikalisme, Anti Pancasila dan Ajaran Sesat.

Saat berhasil dikonfirmasi Porostimur.com, Rabu (16/5), hal ini pun dibenarkan Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Manokwari, Iptu Subiyanto,SH.

Link Banner

Menurutnya, meski sejauh ini belum nampak adanya penyebaran paham radikal di Manokwari, namun pihaknya terus memainkan peran dan fungsi untuk menyerukan itu sebagai langkah antisipasi, kepada seluruh lapisan masyarakat dalam kota Manokwari.

Baca Juga  Aksi Mulia Ambrizal Umanailo untuk Lawan Virus Corona

Dimana, langkah ini dimaksudkan agar masyarakat tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menghancurkan kebhinekaan di NKRI, khususnya dalam wilayah hukum Polres Manokwari.

Diharapkannya, Operasi Bina Waspada ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat, khususnya para pimpinan yang ada di tengah masyarakat.

”Kita akan tetap turun lapangan, dan sejauh ini masih aman-aman saja. Dan mudah-mudahan itu tidak akan pernah terjadi. Namun kami yang memiliki fungsi pembinaan, sehingga kami akan terus menyerukan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan, untuk tidak melakukan kegiatan yang menyimpang dari ideologi kita Pancasila. Jadi saya harap, ada dukungan masyarakat, terhadap program kami,” ujarnya.

Baca Juga  Bukan Wabah.. Virus Corona Senjata Biologis Bocor dari Lab Wuhan

Selain itu, jelasnya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak RT-RW, untuk segera membentuk pengamanan swakarsa.

Dimana, hal ini mendapat respon positif dari masyarakat, melalui pembangunan pos di beberapa lingkungan.

Menurutnya, pos keamanan lingkungan (kamling) yang melibatkan masyarakat itu, semata-mata untuk mencegah sejak dini gangguan keamanan lingkungan.

Apalagi, akunya, keamanan bukanlah menjadi tanggung jawab TNI-Polri semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen dalam masyarakat.

Selain pos kamling, tambahnya, seluruh RT-RW juga dihimbaunya untuk selalu rutin mengontrol kehadiran orang baru pada lingkungannya masing-masing.

Dimana, dalam melaksanakan kegiatan dimaksud Rt-RW harus selalu melibatkan Babhinkamtibmas yang bertugas di daerah tersebut.

Bahkan seruanini, timpalnya, juga turut dituangkan Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, dalam ucapan selamat berpuasa, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Tempat Karantina di KKT Tidak Layak

”Saya terakhir kemarin di kompleks Kampung Jawa-Wosi, di situ sudah ada pos kamling dan di tempat-tempat lain juga sudah dilakukan itu. Karena keamanan itu bukan tanggung jawab TNI-Polri saja, tetapi tanggung jawab semua komponen masyarakat. Saya juga harapkan RT-RW dan kelurahan harus mendata masyarakatnya yang baru datang, harus libatkan anggota Babhinkamtibmas yang ada,” pungkasnya. (keket)