Targetkan Hapus Kemiskinan Ekstrem, Menko PMK: Fokus Wilayah Timur

oleh -32 views
Menko PMK Muhadjir Efendi (dua kanan), berfoto bersama Ketua Umum Yayasan BPK Penabur periode 2022-2026 Adri Lazuardi (kiri), Ketua Majelis Pendidikan Kristen di Indonesia (PH MPK) Handy Irawan (kanan), dan Ketua Alumni SPK Penabur Enggartiasto Lukita (dua kiri), saat menghadiri Konferensi Nasional Mejelis Pendidikan Kristen (MPK) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2023 di Jakarta, Selasa 25 Juli 2023. (Beritasatu.com / Joanito De Saojoao)

Porostimur.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah menargetkan menghapus angka kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0%. Ia menilai masih ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan, seperti stunting dan masalah pendidikan di wilayah timur Indonesia.

“Minggu lalu, BPS (Badan Pusat Statistik) mengumumkan bahwa kemiskinan ekstrem berada pada 1,12%, turun 0,6% dari 1,72% sebelumnya. Penurunan yang cukup drastis. Kami berharap pada bulan September akan ada survei lagi dan mudah-mudahan sudah di bawah satu persen,” kata Muhadjir dalam kegiatan Konferensi Nasional (Konfernas) Gereja dan Pendidikan 2023 di Gedung BPK Penabur International School, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Selasa (25/7/2023).

Baca Juga  Puluhan Ribu Warga Israel Demo Besar Menentang Netanyahu

Sekadar informasi, angka kemiskinan ekstrem sempat mencapai 3,85% pada tahun 2020 selama masa pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem yang menargetkan kemiskinan ekstrem mencapai 0% pada 2024.

Muhadjir Effendy mengakui untuk mencapai target 0% memang sulit, khususnya di wilayah timur Indonesia. Muhadjir Effendi menyoroti masalah-masalah besar yang menjadi penyebab kemiskinan ekstrem dan memerlukan perhatian khusus, terutama stunting dan keterbelakangan pendidikan.