oleh

Tebang Puluhan Pohon Kelapa, Warga Capalulu Polisikan PLN Sanana

Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Dua belas orang warga Desa Capalulu, melalui Kuasa Hukumnya Kuswandi Buamona, SH melaporkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Kabupaten Kabupaten Kepulauan Sula ke Polres Kepulauan Sula, Senin (24/2/2020).

Laporan tersebut dilayalangkan warga akibat penebangan pohon kelapa milik warga yang dinilai mengancam atau berpotensi mengganggu jaringan listrik PLN tanpa ada ganti rugi, bahkan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Link Banner

Warga mengaku, PT PLN melakukan penebangan sejumlah pohon kelapa milik mereka tanpa ada kompensasi dan pemberitahuan, ketika memasang jaringan listrik dari Desa Capalulu menuju Desa Paslal. Akibat kebijakan itu, warga yang merasa dirugikan itu mengaku geram dengan PLN.

Karena merasa dirugikan, akhirnya sejumlah masyarakat yang diwakili kuasa hukum itu pun melaporkan persoalan tersebut ke Polres Kepulauan Sula.

Menurut mereka, tindakan yang dilakukan oleh PLN sangat tidak bertanggungjawab dan sangat menggangu keberlangsungan hidup mereka. Tanaman-tanaman perdagangan yang ditebang merupakan lahan ekonomi untuk bertahan hidup. 

“Pihak PLN sudah tebang pohon kelapa warga tanpa ada ganti rugi, bahkan tanpa pemberitahuan. Ada juga warga yang dipalsukan tanda tangannya”, kata Ajimin Umaternate, salah satu warga yang pohon kelapanya ikut ditebang.

“Kita tidak marah. Akan tetapi kita kecewa sekali”. Ditengah hambatan gejolak ekonomi menjadi persoalan serius saat ini, PLN malah menghancurkan kemapanan hidup masyarakat”, sambung Ajimin..

Sementara itu kuasa hukum warga, Kuswandi Buamona mengatakan, PLN secara sewenang-wenang menyerobot atau menebang tanaman perdagangan yang merupakan sandaran hidup warga.

Menurut Kuswandi, sikap PT. PLN itu sangat tidak dibenarkan. Apalagi, tindakan penebangan tersebut dilakukan tanpa ada koordinasi dan pembicaraan dengan warga selaku pemilik.

Warga menilai langkah PLN Ada lah penyerobotan. Oleh karena itu mereka sepakat meminta pertanggungjawaban pihak PLN

“Iya, laporan pengurusakan oleh warga atas nama: Sahrul Ipa, Sidik Sangaji, Achir Umamit, Arfan Umasangadji, Sainudin Umasangadji, Kasman Umasangadji, Safruddin Umahuk, Salamudin Umasangadji, Umar Relebulan, Sahman Mafa, Ajimin Umaternate dan Rahman Kaunar”, ujar Kuswandi Buamona.

“Sedangkan untuk laporan pemalsuan tanda tangan. Sainudin Umasangadji, Anjar Sangaji, Ridwan England dan Ahyat Umamit”, sambungnya.

Lebih lanjut Kuswandi Buamona menuturkan, dirinya selaku Kuasa Hukum warga Desa Capalulu bersama warga Desa Capalulu datang ke SPKT Polres Kepsul untuk melaporkan dugaan Pemalsuan Tanda tangan yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Capalulu bersama perangkat desa di dokumen RAB tahun anggaran 2018.

Pelaporan ini menurutnya sebagaimana yang diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”).

“Kami juga melaporkan terkait dugaan pengrusakan pohon kepala yang diduga melibatkan kepala Desa Capalulu”, tukasnya.

“Kami sudah mengambil tanda terima laporan polisi dan kami berharap masalah ini secepatnya ditindak lanjut oleh Polres Kepulauan Sula”, pungkasnya. (ifo)

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed