Teco, Anak Buah Kesayangan John Kei Menyerah ke Polisi

oleh -1.818 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Anak buah kesayangan John Kei menyerahkan diri ke Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Rabu 24 Juni 2020.

Pria yang diketahui bernama Semuel Rahanbinan alias Teco itu diduga ikut terlibat dalam aksi penyerangan di Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten, pada Minggu malam 21 Juni 2020.

Teco menyerahkan diri pada polisi sekitar pukul 14:00 WIB. Pria 35 tahun itu tak sendiri, ia diantar bersama keluarga. Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Polsek Cimanggis, Teco akhirnya digelandang ke Polres Metro Depok sekira pukul 17:00 WIB.

Ia dibawa dengan kawalan ketat Tim Buru Sergap (Buser). Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani, mengatakan, Teco secara sadar menyerahkan diri.

Link Banner

“Tadi siang sekitar jam 2 siang saudara SR ini mendatangi kantor polisi di Depok. Intinya yang bersangkutan datang diantar keluarganya penuh dengan kesadaran menyerahkan diri ke kepolisian,” kata Wadi.

Baca Juga  Presiden Filipina Perintahkan Polisi Tembak Mati Siapapun Yang Ganggu Lockdown

“Oleh sebab itu yang bersangkutan diantar keluarganya, karena setelah kejadian itu dia langsung menuju keluarganya yang ada di Depok ini. Saat ini menyerahkan diri, dan kami sudah berkoordinasi dengan penyidik di Dirkrimum PMJ (Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya), nanti akan kita serahkan,” ucapnya.

Wadi menambahkan, pelaku mengaku ikut terlibat dalam kasus penyerangan menggunakan senjata tajam, yang mengakibatkan luka pada korban. Namun, Wadi tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena informasi secara rinci akan disampaikan oleh pihak Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, kelompok John Kei menyerang kediaman Nus Kei di kawasan Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang pada Minggu, 21 Juni 2020.

Baca Juga  Aniaya istri, Brigpol GS berpeluang dipecat dari Polri

Akibat penyerangan ini beberapa orang terluka dan satu anak buah Nus Kei tewas. Saat ini polisi telah meringkus John Kei dan sejumlah anak buahnya. Kasus itu dalam penyelidikan lebih lanjut. (red/rtm/viva)