Tehuteru : Semangat Natal harus tingkatkan keimanan TNI AD

oleh -90 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Mengusung tema ”Imanuel Allah Beserta Kita”, Batalyon Infanteri (Yonif) 731/Kabaresi menggelar perayaan Hari Natal tahun 2017 bersama seluruh keluarga besarnya.

Perayaan Natal yang digelar di Aula Markas Komando (Mako) Yonif 731/Kabaresi, Masohi, Sabtu (9/12) itu, turut dihadiri oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 151/Binaiya, Kolonel (Inf) Christian Kurnianto Tehuteru.

Hadir dalam perayaan Natal ini Danyon 731/Kabaresi, Wadanyon, para Pasi, Perwira, Bintara,  Tamtama, Ketua dan pengurus Persit KCK Cabang XXXII Yonif 731/Kabaresi serta para Jemaat Kategorial TNI AD Yonif 731/Kabaresi.

Dalam acara tersebut Batalyon 731/Kabaresi juga berkesempatan berbagi tali asih Natal kepada para janda, duda dan anak yatim piatu yang tergabung dalam Jemaat Kategorial TNI AD Yonif 731/Kabaresi.

Sebelumnya, perayaan Natal diawali dengan pelaksanaan ibadah yang turut dimeriahkan dengan persembahan Natal oleh Vocal Group Zebaoth, remaja dan anak-anak Jemaat.

Baca Juga  Puisi-Puisi Remzky Nikijuluw

Rilis berita yang diterima wartaawan dari Penerangan Korem (Penrem) 151/Binaiya, Minggu (10/12), menyebutkan perayaan Natal dimaksud bukan hanya dihadiri oleh umat Nasrani semata, tetapi juga dihadiri tapi juga oleh seluruh anggota yang beragama Muslim dan Hindu.

Ketua Panitia Natal, Lettu (Inf) Isak Pesireron, membenarkan kehadiran anggota lainnya yang beragama Muslim dan Hindu, sebagai bentuk toleransi umat beragama yang ada di Kabaresi.

Sementara, Tehuteru dalam sambutannya mengatakan bahwa yang dilaksanakan oleh Yonif 731/Kabaresi tersebut harus terus dipertahankan.

Begitupun para hadirin dihimbaunya merenungi tentang filosofi pohon Natal dalam keseharian masing-masing.

”Pohon Natal dikeluarkan dari gudang dalam kondisi kotor penuh debu, kemudian dibersihkan, dihias jadi indah dan bagus. Tapi setelah Natal selesai, maka pohon Natal tersebut akan dibongkar dan dimasukkan kembali ke gudang, sehingga jadi kotor kembali. Oleh karena itu janganlah kita menjadi seperti pohon Natal yang pada saat Natal kita benar-benar tekun ibadah, penuh dengan sifat-sifat yang baik. Namun setelah Natal berlalu, kita kembali melakukan dosa-dosa dan melanggar perintah-perintah Tuhan,” ujarnya.

Baca Juga  Mengenal James Richardson Logan, pencetus nama Indonesia

Menurutnya, usai perayaan Natal hendaknya semangat Natal jangan hilang dan harus dijadikan pedoman hidup sehari-hari.

”Hilangkan sifat buruk dan jelek yang penuh dengan dosa serta kecerobohan jangan diulang lagi,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, semangat Natal diharapkan membantu meningkatkan keimanan hadirin, khususnya anggota TNI AD.

Iman seseorang harus bertambah. Semakin tinggi pangkat, jabatan dan status sosial lainnya, tentu akan semakin banyak pula godaan dan cobaan yang akan dihadapi. Oleh karena itu harus diikuti dengan pertumbuhan iman yang kuat, sehingga dapat melawan godaan dan cobaan tersebut. Jadikan iman dan taqwa sebagai landasan dalam melaksanakan tugas kita sebagai anggota TNI AD,” pungkasnya. (Team)