Telur Puyuh

oleh -261 views
Made Supriatma

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Saya tidak tahu apa hubungannya dengan inflasi. Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga daging ayam, telur, dan buah itu naik. Itu yang dikatakan Deputi BGN Nanik Deyang.

“Tadi Pak Presiden pesan, ‘wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, kemudian Lebaran. Nanti, mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi, tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh’”

Nanik S. Deyang, yang susah dibedakan antara apakah dia sedang menangis atau konstipasi itu, bertemu presiden sebelum memberikan keterangan kepada pers.

Bukannya daging (sapi) dan telur puyuh lebih mahal dari daging ayam dan telur ayam? Ya nggak taulah. Ayam dan telur lebih mampu dibeli oleh kaum rata-rata negeri ini. Tapi mengapa dia menjadi pendorong inflasi? Bukannya inflasi itu karena uang beredar lebih banyak dari barang yang tersedia?

Baca Juga  Polemik Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Pakar Soroti Perspektif Utilitarianisme

Dari para ekonom saya tahu kalau mau kendalikan inflasi, ya perbaiki kebijakan moneter. Kurangi cetak uang, naikin suku bunga, dll.

Tapi kan yang sekarang terjadi uang digelontorkan supaya pebisnis ambil kredit. Nah, sekarang pebisnis khususnya yang UKM tidak berani karena bisnis lesu dan daya beli menurun. Suku bunga jelas nggak berani dinaikkan karena jelas tidak ada orang berani ambil kredit kalau suku bunga tinggi.

No More Posts Available.

No more pages to load.