Corona Tembus Angka 387 Kasus, Gubernur Maluku Bilang Mungkin Karena Hujan

oleh -548 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku kembali merilis data perkembangan pandemi tersebut, Jumat (12/6/2020)

Berdasarkan data itu, hari ini untuk pertama kalinya Provinsi Maluku mencatat kenaikan tertinggi jumlah pasien Covid. Tercatat ada kenaikan sebanyak 57 kasus, dimana kenaikan tertinggi terjadi di Kota Ambon, disusul Kabupaten Maluku Tengah.

Sehari sebelumnya tercatat  330 kasus. Hari ini naik menjadi 387 kasus.  Kenaikan tertirnggi di Ambon dengan kenaikan sebanyak 33 kasus.

Total pasien yang dirawat di Ambon mencapai 203 orang. Menyusul Maluku Tengah dari 21 menjadi 39 orang. Terjadi kenaikan 18 orang. Diduga mereka adalah, tenaga medis.

Di Kabupaten Seram Bagian Timur dari 12 naik menjadi 17, Buru dari tujuh menjadi sembilan orang, dan Seram bagian Barat naik dari satu menjadi dua orang. Di Maluku Barat Daya masih tetap tiga orang. Kenaikan ini disebabkan terjadi penumpukan hasil. 

Baca Juga  Solihin Buton Pimpin DPD PKS Kabupaten Buru

“Ini hasil test swab untuk tiga hari. Digabung menjadi satu. Jadi baru diumumkan. Karena itu terlihat besar sekali angkanya,” kata Ketua harian Gugus Tugas Maluku, Kasrul Selang.

Dia menambahkan, Maluku juga sudah memiliki alat baru, sehingga bisa mempercepat hasil test.

Jumlah pasien sembuh menurutnya juga juga mengalami pertambahan dari 89 kasus 104 kasus atau bertambah 15 kasus. Prosentase antara kenaikan orang yang sembuh dan yang terkonfirmasi positif masih tinggi. Sedangkan jumlah pasien meninggal tercatat 10 orang.

Sementara itu, di media sosial kini sedang ramai beredar video pendek yang memperlihatkan Gubernur Maluku, Murad Ismail tengah menyampaikan pidato.

Dalam video berdurasi 0.17 detik itu, Murad Ismail menyampaikan bahwa jumlah pasien Covid-19 di Maluku terus bertambah.

Baca Juga  OPM Sebar Surat Ultimatum untuk Pemerintah RI dan Wiranto

Murad bilang pasien terkonfimasi secara drastis naik, sekarang menjadi 329, mungkin akibat satu bulan ini hujan terus, jadi Covid itu paling senang di daerah yang dingin.

Pernyataan Murad ini pun menuai kecaman dari para netisen. Salah satu akun bernama Nahwan Matdoan menulis komentar, “Kalo gitu biking apa deng anjuran cuci tangan yang penuh air…. 😁 Iran arab saudi dan eropa skarang lg musim Panas, angkanya terus naik 😁, biarkan medis yang menjelaskan…“.

“sg ada anggaran covid par sewa pawang supaya panas tarus kaaa??? Tolong tanya akang dolo broo…”, tulis warganet lain dengan nama akun Yesno

Sementara akun Erol JN menulis “Musim panas bilang corona zg ada di maluku skrg musim hujan bicara laeng kyx korona lia” musim lai”.

Untuk diketahui, sebelumnya mantan Kakor Brimob ini pun pernah melontarkan pernyataan kintroversial terkait Covid-19.

Baca Juga  Polres SBB Serahkan Alat Penyulingan Minyak Lawang dan Kartu BPJS

Kala itu, Murad yang tengah menghadiri pertemuan di Kantor Bappenas mengatakan bahwa Corona sudah mati duluan sebelum sampai ke Ambon, karena cuaca di Maluku yang panas. (red)