Tempat Karantina di KKT Tidak Layak

oleh -48 views
Link Banner


Porostimur.com | Saumlaki: Pandemi Covid-19 telah memporak-porakan seantero dunia ini termasuk Indonesia, akibatnya bayak orang kehilangan pekerjaan, temasuk kehilangan orang-orang yang dikasihi.

Terhadap persoalan Covid-19 maka oleh pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memerintahkan untuk semua anggaran baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota sampai ke desa/kelurahan untuk sebagian anggaran yang dikelola dan diperuntukan bagi pemutusan mata rantai Covid-19 ini.

Mulai dari pemberian BLT, BST ,Sembako, serta penyedian tempat yang layak bagi mereka yang melakukan perjalanan untuk di karantinakan.

Khusus bagi tempat untuk penampungan masyarakat yang berpergian dari satu tempat ke tempat lain mestinya memenuhi unsur kelayakan kemanusiaan dan kesehatan.

Link Banner

Hal ini berbedah jauh dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulaun Tanimbar (KKT) melalui Tim gugus penanggulangan pemutusan mata rantai Covid-19 di kabupaten itu Lapangan Futsal dijadikan sebagai tempat karantinya, yang hanya punya 1 MCK. Yang lebih parah lagi mereka harus tidur di lantai beraskan kasur.

Baca Juga  Angkot Ahuru tergelincir, 8 siswa luka-luka

Dari tempat karantina ini, wartawan Porostimur.com sengaja menampilkanya pada faceboknya, ternyata mendapat reaksi banyak mendapat redaksi dari masyakat.
“Tidak layak dan tidak manusiawi”, kata Ais Refualu di kolom Komentar.

Selain Refualu, ada juga yang menyarankan sebaiknya dipulangkan ke rumah masing-masing untuk melakukan karantina mandiri, ada juga yang mempertanyakan dimana uang daerah dan uang negara sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo.

Selain ada yang rasa kasihan terhadap kondisi ini ada juga yang mau menjadi pahlawan kesiangan di mata Pemda Kabupaten KKT, seperti yang ada di status facebook wartawan media ini (Van Basten Sambonu)

Menanggapi tempat karantina yang di siapkan Pemda Kab. KKT menurut Wakil Ketua DPRD Kab. KKT Ricky Jawerissa, tempat itu sangat tidak manusiawi dan kalau dilihat dari sisi kesehatan sangat tidak layak.

Baca Juga  Gubernur Bali Tolak Permintaan Jokowi Buka Pariwisata & New Normal

Berbeda dengan salah satu Anggota DPRD Kab KKT, Pola Laratmase, bahwa tempat karantina di Kab KKT, sementara dibagun sehingga sebagai alternatif lapangan futsal itu yang di pakai sebagai tempat karantina.

Lanjut Laratmase , semua keluhan dan masukan yang baik dari masyarakat Kab. KKT akan ditindak lanjuti dan dibicarakan lagi dengan Pemda Kab. KKT yang mempunyai kewenagan penuh dalam penaganan pemutusan mata rantai Covid-19 ini. (olof)