Tenun Tanimbar, kolaborasi BI – INPEX dan Rahadi

oleh -63 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Wignyo Rahadi, salah satu desainer dan pemilik tenun gaya, digandeng Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku dalam upaya pengembangan tenun Tanimbar.

Bukan saja untuk memperkenalkan hasil karya dan budaya Maluku kepada dunia luas, upaya ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan usaha kecil dan mikro (UKM) yang berada di bawah naungan Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku.

Langkah yang sama, juga pernah ditempuh sebelumya oleh perusahaan minyak dan gas asal Jepang, INPEX.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), INPEX melakukan revitalisasi terhadap tenun Tanimbar, dengan menggandeng Rahadi, tahujn 2015 silam.

Link Banner

Bahkan langkah INPEX ini juga mendapatkan supporrt dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat (MTB).

Baca Juga  Pangdam Pattimura Ajak Prajurit Ambil Hikmah dan Makna dari Peristiwa Isra Mi'raj

Salah satu upaya BI mensinergikan program dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders, dalam memacu pertumbuhan ekonomi maupun mengendalikan inflasi, yakni melalui pertemuan tahunan yang digelar di The Natsepa Hotel, Desa Suli, Kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku tengah (Malteng), Rabu (6/12).

Salah satunya, yakni mengkolaborasikan program yang melibatkan INPEX maupun Wignyo Rahadi dalam Program Pengembangan Tenun Tanimbar.

Dalam pertemuan tahunan ini, pengembangan tenun Tanimbar yang diintenskan berupa pelatihan pewarnaan, penggunaan benang dengan kualitas lebih baik, penerapan teknik tenun dengan alat tenun atau alat tenun bukan mesin (ATBM) untuk melengkapi alat tenun gedogan dan eksplorasi desain motif.

Hasilnya, tenun Tanimbar yang semula tampak kaku, terasa berat, dan warna yang rentan luntur menjadi lebih ringan, lembut, dan tidak luntur sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya.

Baca Juga  Gereja Papua Pesimis TGPF Ungkap Pelaku Penembakan Pendeta Yeremia

Kini, predikat kain sarung tak lagi melekat padanya, melainkan tenun Tanimbar kini siap digunakan sebagai ragam produk fashion.

Menjamah dunia intenrasional, tenun Tanimbar bahkan berbaris dalam pajangan koleksi ready to wear bertema “Metamorphoseast” rancangan Wignyo Rahadi, yang sudah ditampilkan di Tokyo, Jepang, April 2017 lalu.

Perwakilan Bank lndonesia Provinsi Maluku tergerak untuk turut mendukung upaya pembinaan pengrajin tenun Tanimbar yang akan bekerja sama dengan INPEX.

Program pembinaan yang akan dilakukan Bank Indonesia untuk produk turunan tenun dan penguatan  kelembagaan dalam rangka lebih meningkatkan kualitas dan kuantititas produksi tenun serta mendorong pemasaran tenun Tanimbar ke tingkat nasional bahkan dunia.

Program pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kreativitas dan kompetensi pengrajin tenun Tanimbar.

Baca Juga  Bukan Juni, Penelitian Terbaru Sebut Corona Baru Hilang Dari Indonesia Pada Bulan Ini

Diharapkan tenun hasil pengembangan memiliki daya pakai dan daya jual lebih tinggi serta dikenal secara luas yang pada akhirnya dapat mendorong peluang ekonomi bagi pengrajin tenun Tanimbar. (Grace)