Terapkan E-Tilang, Satlantas Polresta Ambon Tindak 2950 Pelanggar

oleh -25 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dengan melihat tingginya jumlah Pelanggaran Lalu-lintas di Kota Ambon, mulai bulan Januari s.d. bulan Agustus, data per tanggal 26 Agustus 2020 sebanyak 2.950 Pelanggaran.

Hal ini disampaikan langsung Kasat Lantas Polresta Ambon AKP Ganesa Sinambela, SIK., Kamis 27 Agustus 2020.

Perwira tiga balok di pundak ini menjelaskan, untuk Pelanggaran sendiri dengan rincian Roda 2 sebanyak 2.465 Gar, Roda 4 sebanyak 375 Gar dan Roda 6 sebanyak 110 Gar yang didominasi pria sebanyak 2.715 orang, wanita sebanyak 235 orang dan pelajar 895 orang.

“Untuk itu ditlantas Polda Maluku dan jajaran satlantas mendukung program e-tilang ini bisa dilaksanakan dan tentunya memberikan banyak manfaat bagi masyarat di Maluku,” ujarnya.

Link Banner

Lanjut dikatakan, pengendara kendaraan baik roda dua atau roda empat di prov. Maluku khususnya di kota Ambon dimudahkan dalam membayar denda tilang melalui E-Tilang (elektronik tilang).

Baca Juga  Danlantamal IX Pimpin Serah Terima Jabatan Danpomal

“Dengan sistem ini, pembayaran jauh lebih mudah sehingga tak perlu lagi datang untuk menghadiri sidang penilangan,” ujarnya

Mekanisme itu sangat bermanfaat bagi pelanggar yang memiliki mobilitas tinggi. Sistem ini juga menyingkat waktu lantaran proses pembayaran denda tilang menjadi lebih cepat.

Prosedur E-Tilang dapat dijelaskan bahwa ketika penindak menjumpai pelanggar, petugas hanya mencatat identitas, jenis pelanggaran, lokasi tilang, nomor resi tilang, dan besaran denda di blangko tilang.

Selanjutnya, petugas akan mengirim data ke server BRI, kemudian BRI akan mengirimkan SMS ke nomor ponsel pelanggar disertai nominal denda tilang yang harus dibayarkan melalui rekening di BRI.

“Apabila pelanggar tidak memiliki nomor ponsel, pelanggar akan diberikan slip tilang berwarna biru. Lembar ini kemudian dibayarkan melalui rekening di BRI,” ujarnya.

Baca Juga  Hasil audit Terminal Transit Passo belum diterima Kejati Maluku

“Adapun bukti pembayaran kemudian bisa diserahkan ke penindak untuk ditukarkan dengan barang bukti yang disita,” sambungnya.

Ditambahkan, penerapan E-Tilang dapat mencegah praktik pungli dalam pembayaran tilang sekaligus mengurangi jumlah pelanggar yang hadir di persidangan. Proses penegakan hukum bisa berjalan lebih transparan dan cepat.

“Keunggulan lainnya, E-Tilang bisa diakses di mana saja oleh pelanggar untuk mengetahui kisaran denda tilang (maksimal), lokasi pelanggaran, lokasi sidang (kejaksaaan), petugas penindak, dan sebagainya. Sebab, pelanggar bisa cek secara online di situs web E-Tilang yang terhubung dengan jaringan internet,” tutupnya. (olof)