Terbukti Pembalakan Liar hingga Palsukan Dokumen, Raja Kayu Asal Maluku Dituntut 6 Tahun Penjara

oleh -123 views
Link Banner

Porostimur.com | Surabaya: Vincensius Gabriel Buce Rahayaan, ‘Raja Kayu’ asal Maluku mengajukan pembelaan atas tuntutan 6 tahun penjara yang dijatuhkan Kejagung atas kasus pembalakan hutan di Kepulauan Maluku.

Dalam nota pembelaannya yang dibacakan secara pribadi, Buce menyampaikan fakta di persidangan bahwa dirinya tidak melakukan pembalakan liar, sebab semua kayu-kayu yang dia ambil tersebut secara administratif sudah dibayar sesuai volumenya.

Hal itu dikuatkan dengan terbitnya Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu Olahan (SKSHH-KO) resmi dari Pemerintah.

“Saya tidak melakukan pembalakan liar, sebab kayu-kayu tersebut secara resmi sudah terbayar. Saya juga mempunyai perijinan yang lengkap,” kata terdakwa Buce sebagaimana dikutip Kantor Berita RMOLJatim kepada majelis hakim yang diketuai Yohanes Hahamoni dalam persidangan di ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (20/9).

Sementara dalam pembelaan lainnya, Tri Cahyo Indrayono selaku pengacara Buce, menandaskan bahwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan alias Buce yang menjadi terdakwa dalam kasus ini, adalah salah satu tenaga teknis pengelolalan kayu di propinsi Ambon yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kepala Dinas Kehutanan dan Kepala Dinas Perhubungan setempat.

Baca Juga  Hari Bhayangkara Ke – 75, Polres Halsel Musnahkan Ribuan Liter Miras Hasil Sitaan

Namun, hanya karena sinyal internet pada Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH) mengalami error, akhirnya Buce tidak bisa mengirimkan 3 data restrubusi dan perijinanannya dalam situs Departemen Kehutanan yang ada di Jakarta.

Kiri terdakwa Buce pakai Rompi tahanan hijau saat mendengarkan pertanyaan Hakim

“Itu hanya overmacht (keadaan memaksa) saja. Sebab untuk kontainer ke 1 sampai ke 24 tidak bermasalah dan sudah masuk SIPUHH departemen kehutanan, sedangkan kontainer ke 25 ,26 dan 27 baru bermasalah. Padaha 27 kontainer kayu tersebut semuanya sama. Ini kan aneh,” papar kuasa hukum Buce, Tri Cahyo Indrayono.

Diketahui, pada Selasa 17 September 2019, terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan atau biasa dipanggil Buce, dituntut pidana enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andhi Ginanjar.

Baca Juga  Kontak Senjata dengan KKB Pecah di Distrik Kiwirok, 1 Prajurit TNI Tertembak

Dia dinilai terbukti bersalah melanggar pasal 83 ayat (1) huruf a Junto pasal 12 huruf d UU No. 18/2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Selain itu, terdakwa juga terbukti melakukan pemalsuan dokumen sebagaimana diatur dalam pasal 88 ayat (1) huruf a junto pasal 14 huruf a UU No. 18/2013.

Kasus ini diungkap oleh Gakum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) beserta Tim Satuan Tugas Sumber Daya Alam (SDA) Kejaksaan Agung pada Januari 2019 lalu.

Sidang terdakwa Bos Kayu Buce Rahayaan dan Tim Gakkum saat melihat bukti dokumen, yang ditunjukkan Jaksa Andi Ginanjar di depan Majelis Hakim.

Terdakwa Buce ditangkap usai petugas gabungan berhasil mengamankan kayu olahan merbau berupa gergajian, dengan volume berdasarkan dokumen sebanyak 155,2728 m3 (seratus lima puluh lima koma dua tujuh dua delapan), 14 (empat belas) Dokumen Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu Olahan (SKSHHKO) dan 14 (empat belas) tumpuk kayu olahan yang berada ditempat penyimpanan dan pengolahan kayu milik CV. Cahaya Mulia alamat Jalan Mayjen Sungkono 606 X, Kebomas, Gresik Jawa Timur.

Baca Juga  Wali Kota Bitung: Warga Jangan Panik, Pastikan ke Tempat Lebih Tinggi

Kemudian, Tim Operasi  melanjutkan pemeriksaan pada lokasi industri pengolahan kayu Lokasi industri pengolahan kayu milik PT Kayan Tanjung, Jalan Margomulyo Indah D/18 No. 2 Surabaya dan saat dilakukan pemeriksaan di lokasi ditemukan dan diamankan 15 (lima belas) tumpukan kayu olahan jenis merbau yang disimpan tempat/lapangan penimbunan kayu PT. Kayan Tanjung sebanyak 9 (Sembilan) tumpukan dan disekitar samping pabrik sebanyak 6 (enam) tumpukan berupa gergajian dengan Volume kayu berdasarkan dokumen sebanyak 157,8449 M3  (seratus lima puluh tujuh koma delapan empat empat Sembilan meter kubik) dan 13 (tiga belas) lembar dokumen SKSHHK-KO. (rtl/red/rmol)