Terima Kunjungan PMII & Fatayat NU, Kakanwil Kemenag Maluku Ajak Sosialisasikan Prokes 5M

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kasus aktif Covid-19 di Indonesia terkhusus Provinsi Maluku masih terus terjadi. Sebagai upaya pencegahan penyebaran, Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Jamaludin Bugis mengajak seluruh jajarannya di seluruh kabupaten/kota mengintensifkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Tidak sebatas hanya untuk jajarannya, ajakan ini juga disampaikan kepada pengurus organisasi eksternal kemahasiswaan dan keagamaan agar turut aktif menggerakkan sosialisasi protokol kesehatan 5M di tengah-tengah masyarakat, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi, serta menjauhi kerumunan.

Ajakan ini disampaikan Jamaludin Bugis, menindaklanjuti instruksi Menteri Agama RI Nomor:  01 tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M) saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Fatayat NU Maluku dan Ormawa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ambon di ruang kerjanya, Senin (15/2) kemarin.

Baca Juga  Pra Natal, Polda Maluku gelar baksos donor darah

Kakanwil juga telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pejabat eselon III/IV dan Kepala Kantor Kemenag dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku secara daring.

Link Banner

“Ini bagian dari upaya kita untuk menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” ujar Kakanwil didampingi Kabid Bimas Islam, Rusdy Latuconsina di hadapan Ketua Fatayat NU, Habiba Pelu beserta bendahara umum dan anggotanya.

Secara spesifik, instruksi ini ditujukan kepada tujuh pihak, yaitu: Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Pusat, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Provinsi dan Kankemenag Kab/Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan seluruh Aparatur Sipil Negara Kemenag.

Baca Juga  Vaksin Sinovac Akan Dikirim ke Tiga Daerah di Malut

Namun secara umum, instruksi ini juga disampaikan Kakanwil secara internal dan eksternal untuk seluruh pihak terkait menjadi teladan dalam penerapan 5M pada setiap aktifitas di kantor maupun di luar kantor.

Selain itu, diminta ASN, tokoh agama bersama pengurus ormas, orgam, ormawa harus aktif dalam sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan di lingkungan sakitarnya. Mereka juga diminta meminimalisir kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Saya tegaskan, jika instruksi ini dilaksanakan dengan baik tentu akan berdampak baik pada penurunan wabah Covid-19 yang saat ini menggegerkan dunia. Tapi kalau ini tidak dilaksanakan, tentu kasus ini mungkin akan berakhir di tahun 2025 atau bahkan 2030,” sambungnya mengingatkan.

Baca Juga  Hasil Rapid Test Negatif Tak Jamin Tidak Terinfeksi Corona

“Semoga ikhtiar ini bisa dilaksanakan secara optimal dan Indonesia terkhusus Provinsi Maluku terjaga dan segera terbebas dari Covid 19,” tandasnya. (alena/inmas/zam)