Terima Sumbangan Dari Aguan, Murad Ismail Akui Kekurangannya Tangani Covid-19 di Maluku

oleh -188 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Salah satu taipan ikut membantu Maluku, Aguan, dengan memberikan 1200 dos obat herbal untuk pengobatan covid-19.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail di Ambon.

“Obat Lianhua Qingwen Capsule ini sudah berhasil menyembuhkan orang yang terpapar covid-19 di Wuhan China. Khusus untuk yang belum terpapar berat masih dikatakan positif caranya makan 3 kali sehari, 4 tablet, diminum berturut-turut selama 6 hari. Adapun obat tersebut per dos berisi 24 kapsul”, jelas Murad Ismail kepada awak media, Senin (1/6/2020) di kantor Gubernur Maluku.

Murad mengatakan ia akan terus berupaya agar Maluku bisa bebas dari covid-19. Selain itu, ia juga akan melakukan pendekatan dengan koleganya agar ada bantuan untuk Maluku.

Link Banner

“Dua hari lalu saya ditelepon dan ditanyakan apakah mau obat dari Wuhan? Dan saya katakan mau. Kemarin sudah tiba di kediaman saya. Khasiatnya mengobati panas dalam yang disertai tenggorokan kering dan meredakan batuk. Maluku diberikan 1200 dos obat ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Jelang Ramadhan, Disperindag Maluku gelar pasar murah

Obat tersebut langsung di serahkan kepada Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang untuk pasien covid-19 tanpa gejala.

Sementara itu, Gubernur mengajak masyarakat Maluku agar jangan lengah, terus ikuti dan patuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, karena pasien terkonfirmasi terus mengalami kenaikan khususnya di kota Ambon.

Murad meminta kepada masyarakat jika terpaksa keluar rumah jangan lupa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dan selalu menerapkan pola hidup sehat dan sehat serta tetap berdoa semoga wabah ini cepat berlalu.

Tidak Pernah Turun

Sementara itu, publik kini mulai mempertanyakan ketidak hadiran Gubernur Maluku Murad Ismail di lapangan.

Baca Juga  Siapkan Hal Ini Sebelum Memasuki Bulan Puasa di Tengah Wabah Corona

Murad misalnya tidak terlihat menemui masyarakat. Ia hanya sesekali terlihat di kantor gubernur seperti pada Senin siang.

“Padahal, banyak kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah atau Wali Kota Surabaya sering turun ke lapangan,” kata Hasan, warga Kebun Cengkeh Ambon.

Pantauan porostimur.com, di lapangan, pejabat yang sering turun untuk bertemu masyarakat adalah pimpinan TNI/Polri.

Selain memberikan bantuan kepada masyarakat, para pimpinan TNI/ Polri di Maluku juga menyemangati anggotanya di lapangan untuk terus bekerja membantu masyarakat.

“TNI dan Polri punya kewenangan dan sumber daya yang terbatas. Harusnya kepala daerah turun biar bisa langsung mengambil keputusan. Banyak laporan dari lapangan tidak sampai ke atas,” kata kata Rony, sopir taksi pangkalan di jalan Said Perintah.

Baca Juga  Lerai pemuda pesta miras, nyawa Pattiradjawane pun meregang

Murad sendiri menyadari hal itu. “Kalau mau marah, marah saya,” kata Murad dalam konferensi pers di Ambon pada Senin, sebagaimana dilansir dari kompas.id.

Menurutnya, kendati tidak turun langsung namun dirinya tak pernah tinggal diam melihat kondisi Maluku saat ini. Berbagai upaya ia lakukan seperti meminta dukungan dari banyak pihak untuk membantu proses penanganan Covid-19 di Maluku.

“Dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang saya miliki ini, saya berusaha agar Covid-19 ini segara berakhir. Saya tidak tinggal diam namun saya menelepon teman-teman saya agar dapat membantu,” katanya.(red/ebot/kompas)