Terinspirasi Perjuangan Aksi Kamisan, Dialog Dini Hari Lepas ‘Payung Hitam’ Saat Hari HAM Sedunia

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com | Denpasar: Trio blues/folk Dialog Dini Hari (DDH) kembali melepas lagu terbarunya berjudul “Payung Hitam”, Kamis (10/12/2020).

Peluncuran lagu baru ini menjadi pengingat kembali bahwa masih banyak pelanggaran Hak Asasi Manusai (HAM) di masa lalu yang tak kunjung selesai hingga saat ini. 

“Kami sengaja meluncurkan lagu ini (Payung Hitam) pada hari peringatan HAM sedunia untuk mengingatkan kembali bahwa masih banyak pelanggaran HAM yang tidak kunjung diselesaikan Jokowi, tetapi justru menggelar Pilkada yang tidak jelas di tengah pandemi seperti saat ini,” kata Dadang SH Pranoto, gitaris sekaligus vokalis DDH. 

Dialog Dini Hari melepas lagu terbarunya berjudul
Dialog Dini Hari melepas lagu terbarunya berjudul “Payung Hitam”. (dok. Dialog Dini Hari)

Dadang mengatakan penciptaan lagu “Payung Hitam” terinspirasi dari perjuangan para ibu yang setia menggelar aksi tiap Kamis di depan Istana Negara.

Meskipun dia dan personel DDH lainnya belum pernah secara langsung terlibat dalam aksi Kamisan tersebut, Dadang mengatakan ikut mendukung, termasuk lewat lagu terbarunya.

Baca Juga  Blake Shelton Sudah Muak dengan 2020

Dadang bercerita, pada saat DDH konser di Jakarta tahun lalu, mereka memang pernah dihubungi aktivis KontraS yang ingin mengajak Bu Sumarsih, salah satu aktivis Kamisan dan ibu dari korban tragedi Semanggi I.

“Tetapi waktu itu kami belum siap karena belum ada karya apapun tentang mereka. Dari situ aku jadi mengingat kembali. Akhirnya pada saat lagu ini jadi, aku coba mulai mewujudkan sebuah keprihatinan pribadi sebagai musisi terhadap pelanggaran-pelanggaran HAM yang masih terjadi sekaligus dukungan terhadap aksi Kamisan,” tuturnya.

Dalam lagu terbarunya tersebut, DDH dengan tersurat mendukung aksi-aksi menuntut penyelesaian pelanggaran HAM termasuk Aksi Kamisan.

Aksi di depan Istana Merdeka itu sudah diadakan lebih dari 13 tahun oleh para korban, keluarga korban, atapun warga lain yang menyerukan tuntutan sama terhadap penguasa negara.

Baca Juga  Revolusi Skuad Lakers Usai Juara NBA 2020

Proses penggarapan “Payung Hitam”, menurutnya, berlangsung selama satu bulan.

Setelah Dadang menulis lirik, pencabik bas Brozio Orah dan penabuh drum Deny Surya lalu menyelaraskan aransemennya.

Setelah sempat bongkar pasang selama sebulan, lagu itu pun jadi.

Permainan klarinet dari Yuvensius Donny Hermawan turut memperindah irama lagu sepanjang 4 menit 23 detik ini.

Dia menambahkan, peluncuran “Payung Hitam” pada peringatan Hari HAM tahun ini juga sebagai pengingat, terutama anak-anak muda, tentang pentingnya HAM.

Menurutnya HAM merupakan fondasi utama demokrasi di negara manapun juga.

“Setiap orang harus menghormati HAM, terutama penguasa,” tegas Dadang. 

“Apa yang kami sumbang mungkin tidak besar, tetapi hal-hal baik tetap harus didukung seperti perjuangan para korban pelanggaran HAM. Apa yang mereka lakukan lewat aksi Kamisan pun sudah menggaung ke mana-mana,” lanjutnya.

Baca Juga  Panglima Komando Armada III Tatap Muka Dengan Jajaran Lantamal IX dan Prajurit Guspurla

“Mungkin dengan karya ini kita bisa menunjukkan bahwa jauh dari Jakarta, kami juga peduli pada apa yang mereka perjuangkan,” ujar Dadang.

Melalui “Payung Hitam”, DDH menunjukkan bahwa solidaritas perjuangan membela HAM seharusnya melintas batas geografis dan ideologis. (red/tribunbali)