Terkait Korupsi Dana MTQ Bursel Rp.9 Miliar, Kejari Panggil Saksi di Sidoarjo

oleh -235 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Kejaksaan Negeri Buru kembali memanggil saksi dari Sidoarjo, Jawa Timur terkait penyidikan kasus korupsi dana MTQ XXVII di Namrole, Kabupaten Buru Selatan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.9 miliar.

Hal itu dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Aditya Trisanto SH MH kepada wartawan terkait perkembangan penanganan kasus korupsi dana MTQ XXVII tahun 2017 lalu yang terjadi di Kabupaten Buru Selatan.

“MTQ kita sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi termasuk yang saat ini berada di Sidoarjo. Jawa Timur,” kata Aditya. Sabtu (30/1/2021) kemarin.

Di hadapan wartawan, Aditya Trisanto jujur mengakui kalau di tahun lalu, penanganan kasus ini mengalami kendala serius.

“Kenapa kemarin terkendala, karena Covid-19. Kita tidak bisa mememungkinkan perjalanan keluar. Pemanggilan saksi-saksi ke sini juga tidak memungkinkan,” jelasnya.

Baca Juga  Kasdam XV8/Pattimura Pimpin Upacara Serah Terima Satgas BKO Kapal ADRI XXXVI

Diakuinya pada tahun 2020 lalu sudah dilakukan pemanggilan sebanyak empat kali. Tapi tidak ada yang datang dengan alasan covid-19 dan baru di bulan Januari tahun 2021, saksi-saksi itu dipanggil kembali.

Ditanya wartawan bagaimana kalau saksi ini juga tidak datang? dengan diplomatis Aditya Trisanto mengatakan, bila mereka tidak datang dan dari Kejari Buru juga tidak bisa ke Sidoarjo, maka ada cara lain yang akan ditempuh.

Nantinya Kejaksaan Sidoarjo akan diminta bantuan guna memastikan saksi ini datang atau tidak.

“Kalau tidak mau datang, maka ada cara lain. Ada cara tertentu. Yaang penting kasus MTQ ini berjalan,” kata Aditya Trisanto.

Soal apakah para tersangka akan ditahan terlebih dahulu sambil menunggu pemeriksaan saksi terakhir dari Sidoarjo, Aditya Trisanto berujar kalau pemberkasan saja belum. Jadi para tersangka belum ditahan.

Baca Juga  Pemkot Ambon Akan Bagikan Sembako Banpres Secara Merata

Sebagaimana diberitakan pada tahun 2019 Kejaksaan Negeri Buru telah menetapkan tiga orang menjadi tersangka. Mereka adalah Kadis Perhubungan Bursel, Sukri Muhammad. Dalam kepanitiaan MTQ, Sukri menjabat Ketua Bidang Sarana dan Prasarana.

Kemudian Bendahara Dinas Per­hubungan Bursel, Rusli Nurpata. Dalam kepanitiaan, Rusli menjabat Bendahara Bidang Sarana dan Prasarana. Satu tersangka lagi adalah Jibrael Matatula selaku Event Organizer.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (15/10/2019), setelah tim penyidik melakukan serangkaian penyidikan dan menemukan dua alat bukti yang cukup.

Berdasarkan penghitungan penyidik kasus dugaan korupsi dana MTQ XXVII merugikan keuangan negara sebesar Rp 9 miliar.

Sesuai laporan hasil pemeriksaan atas BPK Perwakilan Provinsi Maluku Nomor: 8.A/HP/XIX.AMB/06/2018 tanggal 25 Juni 2018 yang ditandatangani oleh Muhammad Abidin selaku penanggung jawab pemeriksaan, dijelaskan pada tahun 2017, terdapat pemberian hibah uang kepada LPTQ Kabupaten Bursel senilai Rp 26.270.000. 000,00 untuk pelaksanaan kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Maluku XXVII.

Baca Juga  Korindo Pembawa Virus Deforestasi di Maluku dan Papua

Pemberian hibah ini berdasarkan permohonan proposal dari LPTQ kepada bagian keuangan BPKAD pada tanggal 3 Februari 2017. Namun, proposal tersebut tidak disertai dengan rencana penggunaan dana.

Penyaluran dilakukan dalam dua tahap, masing-masing senilai Rp.13.135.000.000,00, dari bendahara pengeluaran BPKAD ke rekening LPTQ Kabupaten Bursel. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK Per­wakilan Maluku, ada dana sekitar Rp 10.684.681.624,00 yang tak bisa dipertanggungjawabkan. (ima)