Terkait Masjid Fuata, Idham Panigfat Bantah Keterangan Jein Kalalo

oleh -93 views
Link Banner

Pernyataan kontraktor Proyek Rehabilitasi Masjid Desa Fuata, Jein Kalalo bahwa proyek tersebut sudah rampung sesuai dokumen kontrak dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepuluan Sula, bahkan melebihi volume proyek dibantah oleh Idham Panigfat.

Kepada porostimur.com, Rabu (01/01/20) Idham yang merupakan warga Desa Fuata mengatakan, apa yang disampaikan oleh Jein Kalalo tidak sesuai fakta di lapangan.

Menurutnya, pemasangan jaringan dan instalasi listrik di masjid tidak menggunakan dana dari kontraktor melainkan sedekah dari masyarakat.

“Itu ada masyarakat yang sedakah di mesjid dan sudah belanja bahan dan tinggal pasang. Kebutulan di proyek rehab itu ada item pemasangan lampu, jadi Ibu Jein bilang ke ketua pemuda pasang sudah nanti setelah ada pencairan baru diganti. Nah kalau memang sudah diganti, uang itu di kasih ke shape?,” tukasnya dengan Nada tanya.

Idham juga menjelaskan ia telah mengkonfirmasi ke Amar Fokaaya terkait uang Rp20 juta yang diserahkan oleh Jein Kalalo.

Baca Juga  Belanda Temani Jerman ke Putaran Final Euro 2020

“Amar bilang uang Rp20 juta itu, Ibu Jein suruh kasih ke pejabat Kades Rp10 juta, untuk Amar Rp3 juta sebagai upah kerja lampu atau instalasi sementara Rp7 juta untuk upah tukang,” beber Panigfat.

Idham Panigfat

Sementara tukang Sahril Tabona mengaku dirinya dijanjikan upah sebesar Rp10 juta, namun baru dibayar Rp7 juta, jadi masih ada kekurangan upah kerja sebesar Rp3 juta yang belum Ia terima dari kontraktor.

Lebih jauh Sahril mengatakan, sejauh ini kondisi pekerjaan belum rampung, sebanyak untuk plafon masih kekurangan 70 lembar tripleks.

Jendela masjid sebanyak 32 lembar juga belum terpasang karena tidak ada engsel, begitu pula 5 buah pintu.

“Pintu utama masjid tidak bisa dipakai karena rusa. Papan dan bautnya terlepas jadi tidak bisa digunakan”, kata Sahril. (ifo)