Terkait Pelaporan DPD PD Maluku, Ini Jawaban Marcus Pentury

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sabtu yang lalu (6/3/2021), Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina didampingi tim kuasa hukum melaporkan ke-11 kader Demokrat ke Mapolda Maluku.

Mereka dilaporkan dengan empat poin yakni berita bohong, pencemaran nama baik Partai Demokrat, pemalsuan dokumen partai serta penipuan.

“Terhadap sikap dan langkah saudara Roy Pattiasina yang telah menyampaikan laporan kepolisian, kami belum akan berkomentar, karena kami belum mendapat panggilan pihak berwajib sehingga kami belum tahu apa sesungguhnya substansi laporan dimaksud, nanti kalau sudah, kami akan memberikan komentar seperlunya”, ujar Marcus Pentury saat konferensi pers kemarin kepada wartawan di Ambon, Jumat (12/3/2021).

Terkait soal dugaan penipuan, Marcus menjelaskan Ia dan kader lainnya tidak melakukan penipuan ataupun memanipulasi.

Link Banner

“Kami tidak melakukan penipuan, kami tidak melakukan manipulasi. Dari aspek tempat kegiatan, dimana kami disebut menipu? Secara dokumentasi administrasi, tidak ada namanya memanipulasi. Kami berpikiran positif saja bahwa Pak Roy dan teman-teman cara merespon kehadiran kami di KLB, kami menghormati. Namun secara proporsional, kami ingin menyampaikan dalam konferensi pers ini lewat release, bahwa kita harus membangun demokrasi yang sehat, demokrasi yang terbuka, yang jujur tanpa tendensi, karena pilihan-pilihan sikap di politik masing-masing partai pasti ada dalam dinamikanya”, ujarnya.

Baca Juga  12 hari, Kodam Pattimura gelar latihan Pam Pileg dan Pilpres

Disinggung terkait keberangkatan ke-11 kader partai demokrat ke Deli Serdang, Pentury mengatakan dirinya telah melakukan komunikasi politik secara personal dengan Roy Pattiasina selaku Ketua DPD Partai Demokrat Maluku.

“Kami 11 orang tidak menemui ketua DPP, kalau komunikasi iya, karena sebagai seorang kader saya tahu persis bahwa demokrasi itu harus dibangun komunikasi supaya tidak ada tendensi, karena itu saya sebagai seorang kader Partai Demokrat yang memahami dinamika internal saya melakukan komunikasi politik dengan saudara Roy Pattiasina. Saya menjelaskan posisi dinamika Jakarta, posisi dinamika DPP, karena itu semua peristiwa ini kami tahu bahwa akan berimplikasi”, jelasnya.

Pentury berharap, seluruh kader Partai Demokrat di Maluku dapat merespon dengan tenang, karena ketika dinamika di pusat ini berakhir pada proses legal standing yang menjadi bagian daripada tanggung jawab DPP, disitulah akan dilakukan langkah-langkah konsolidasi yang tentu berdampak pada struktural. Bisa saja terjadi restrukturisasi pengurus baik pada tingkat DPP, DPD maupun sampai turunannya.

Baca Juga  Jembatan Fair ambruk, 2 orang jadi korban

“Intinya adalah kami mencoba untuk membangun komunikasi, bahwa pilihan-pilihan kami untuk merespon berangkat ke Deli Serdang itu tanggung jawab moril kami untuk mengantisipasi situasi pada internal partai. Kalau pilihan-pilihan ini berhujung misalnya dengan asumsi KLB ini tidak mendapatkan legitimasi hukumnya tentu implikasi itu bagi kami bersebelas. Secara politis, itu risiko pilihan-pilihan politik, tapi dalam kedewasaan demokrasi kami mau mengatakan bahwa kebebasan bersikap itu bagian dari pada demokrasi yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun yang ada di kader partai apa pun”, pungkasnya.

“Sebagai kaders, kami mengikuti KLB II di Sumatera Utara tentunya dengan sadar akan segala konsekuensi dari sikap dan keputusan yang kami ambil. Teman-teman semua yang mendampingi saya tidak ada yang di paksa dan diiming-imingi di sesuatu apalagi sampai di intimidasi, ini murni adalah gerakan hati nurani melawan tirani untuk mengembalikan Partai Demokrat ke asalnya sebagai partai yang demokratis”, imbuhnya.

Baca Juga  Jalur independen terbuka, belum ada yang mendaftar

Untuk diketahui, berikut nama-nama kader Partai Demoktat yang ikut KLB di Deli Serbang, Sumatera Utara:
I. DPD Demokrat Maluku

  1. Ricky Aipituley (Pengurus)
  2. Simon Tehuayo (Mantan Pengurus)

II. Kota Ambon

  1. Max Pentury (Plt Ketua DPC Kota Ambon)
  2. Jansen Hehanusa

III. Kabupaten Maluku Tengah

  1. Tonsy Ubjaan
  2. Josias Soumokil
  3. Julius Manduapessy

IV. Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)

  1. Bahrum Wadjo

V. Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB)

  1. Syaiful Pattiiha
  2. Max Tuhehay

VI. Kabupaten Maluku Tenggara (Malra)

  1. Alwi Ohoibor

(alena)