Terkait Rasisme Terhadap Natalius Pagai, SAPMA Pemuda Pancasila Papua Barat Kecam Ambrocius Nababan

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Jayapura: Pimpinan Wilayah (PW) Satuan Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila, Propinsi Papua Barat, mengecam postingan Ambrocius Nababan terkait postingan di Akun Facabooknya atas penghinaan terhadap Natalius Pigai.

Hal ini di ungkapkan Romanus Higimur, Ketua PW SAPMA Pemuda Pancasila Propinsi Papua Barat.

“Indonesia adalah  bangsa yang besar, bangsa yang pluralitas dengan berbagai macam Suku, RAS dan Agama,” tulisnya pada pesan whatsapp. Senin (25/1/2021).

“Sehingga untuk menjaga keutuhan bangsa ini kita harus saling menghargai dan menghormati antar sesama warga bangsa,” sambungnya.

Romanus mengatakan, tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan, sebab pernyataan yang sempit dalam berpikir seperti ini, tentunya ingin memecah belah keutuhan dan keanekaragaman bangsa Indonesia.

Baca Juga  Forkopimda Halbar Gerakan Menanam Padi di Tengah Persoalan Covid-19

Kebebasan untuk menyampaikan pendapat di muka umum sudah di atur dalam undang undang, Namun jika mengenai hal-hal yang dapat memecah belah dan mencoba merusak keanekaragaman sesama anak bangsa dan keutuhan NKRI, pihaknya siap untuk melawan untuk keutuhan NKRI.

Selian itu kata Romanus, demi menjaga keanekaragaman NKRI, pihaknya meminta kepada pihak berwajib untuk menangkap dan mengadili Ambroncius Nababan, atas perlakuannya dalam melakukan penghinaan yang ditujukan kepada Natalius Pigai. Yang sejatinya merendahkan martabat sesama anak bangsa dan menghina orang Papua.

“Kami sangat menyayangkan sikap, Ambrocius Nababan, seorang berpendidikan namun sempit dalam berpikir,” ucap Romanus Higimur.

SAPMA Papua Barat mengutuk keras pernyataan Ambrocius Nababan dan meminta kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga  Rampungkan tugas, 2 siswa SMA Taruna ”sambangi” Pangdam XVI/Pattimura

“Untuk menjaga keutuhan NKRI, Save NKRI, Papua adalah Indonesia, NKRI Harga Mati, Pancasila Abadi,” tutup Romanus Higimur.

(red/mattanews)