Ternate Mulai Vaksinasi Covid-19, Ketua PPNI Orang Pertama

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Kota Ternate menjadi daerah pertama di Provinsi Maluku Utara yang menggelar pencanangan vaksinasi Covid-19 menggunakan vaksin Sinovac.

Pencanangan vaksinasi dipusatkan di Puskesmas Siko, Ternate Utara, dan dipantau langsung Wali Kota Burhan Abdurahman, Jumat (15/1/2021).

Wali Kota sendiri tak ikut divaksin lantaran telah berusia 64 tahun, sementara Wakil Wali Kota diketahui tak memenuhi syarat.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Ternate, Chandra Makassar, menjadi relawan pertama vaksinasi Covid-19 di Ternate.

Chandra lolos uji screening tim vaksinasi yang berarti dirinya bisa disuntik vaksin Sinovac tahap pertama.

Diwawancarai usai vaksinasi, Chandra mengaku pascavaksinasi tak ada efek apapun yang dirasakannya. Bahkan setelah istirahat selama 30 menit, ia tetap tidak merasakan gejala atau efek samping apapun.

“Setelah vaksin saya istirahat selama 30 menit dan hingga saat ini alhamdulilah tidak merasakan apa-apa atau efek dari vaksin Sinovac seperti yang diberitakan,” ungkapnya, seperti dilansir dari tandaseru.com.

Chandra bilang, vaksinasi tahap kedua akan dilakukan 14 hari setelah pemberian vaksin pertama.

Baca Juga  Warga Suli Temukan Granat Saat Gali Kubur

“Jadi vaksinasi kedua dilakukan tanggal 29 Januari 2021 mendatang,” pungkasnya.

Ketua PPNI Kota Ternate Chandra Makassar saat diwawancarai usai vaksinasi. (Istimewa)

Ketua PPNI Kota Ternate Chandra Makassar saat diwawancarai usai vaksinasi. (Istimewa)Walikota Ternate, Burhan Abdurahman dalam sambutannya mengatakan, pemerintah telah menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana non alam sejak diumumkannya kasus konfirmasi pertama pada Maret 2020. Dalam rentang 1 bulan seluruh provinsi telah melaporkan kasus konfirmasi.

Sedangkan untuk Provinsi Maluku Utara, kasus pertama terdeteksi sejak 27 Maret 2020 berada di Kota Ternate. Saat ini, sudah ada 957 kasus dengan 24 kasus kematian.

“Melihat kondisi ini pemerintah melakukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun perlu intervensi lainnya untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi,” paparnya.

Baca Juga  Bea Cukai dan BNN Provinsi Maluku Amankan Paket Handphone Berisi Tembakau Gorila

Pelaksanaan vaksinasi tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020.

“Untuk tahapan vaksinasi, Pemerintah Kota Ternate sudah menyiapkan vaksin Covid-19 yang pelaksanaan akan dilakukan dalam empat tahapan,” sambung walikota.

Pada tahap I di bulan Januari-April 2021 dengan sasaran tenaga kesehatan (nakes) dan asisten nakes, tahap II Januari-April 2021 dengan sasaran TNI-Polri, dan petugas pelayanan publik, untuk tahap III pada bulan April 2021 hingga Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi dan tahapan terakhir dilakukan pada April 2021-Maret 2022 dengan sasaran masyarakat dan pelaku perekonomian dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Baca Juga  Gempa 7 M Guncang Lepas Pantai Antartika, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

“MUI telah mengeluarkan fatwa pada 11 Januari 2021 bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac hukumnya adalah suci dan halal, dan pada 11 Januari 2021 juga BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat sesuai standar WHO, sehingga aman untuk diberikan kepada masyarakat,” tukasnya.

Burhan berpesan agar tahap pertama dan kedua pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga kesehatan, TNI, Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik yang nantinya telah di-screening untuk dapat melakukan vaksinasi sebagai wujud contoh terhadap masyarakat.

“Dan saya ingatkan meski sudah divaksinasi, harus selalu menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” tandasnya. (red/tsc)