Tersangkut Perkara, PDIP Malut PAW Amin Drakel Dari DPRD

oleh -108 views
Link Banner

Porostimur.com – Ternate: DPD PDI Perjuangan Maluku Utara memutuskan untuk memproses pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPRD Maluku Utara, dr. Amin Drakel karena tersangkut perkara hukum.

Keputusan PAW wakil rakyat asal Dapil V Sula-Taliabu itu, diambil melalui keputusan rapat pleno partai yang digelar, Jumat (1/10/2021).

Kepada porostimur.com, Sekretaris DPD PDIP Asrul Rasyid Ichsan menyatakan, pleno yang dilakukan hari ini memutuskan PAW Amin Drakel.

Asrul bilang, berdasarkan hasil pleno, seluruh pengurus menyetujui proses PAW Amin Drakel dengan memperhatikan seluruh ketentuan dan peraturan partai yang disyaratkan untuk proses PAW.

“Sehingga dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan semua syarat administrasi PAW yang disyaratkan oleh partai,” tukas Asrul.

Baca Juga  2 Hadiah Manis Ronaldo, Juara Piala Super Italia dan Rekor Baru!

“Nanti kalau semua sudah terpenuhi akan kami sampaikan ke DPP, keputusan PAW-nya nanti diputuskan oleh DPP. Nanti surat keputusannya diputuskan DPP, baru kami ajukan pergantian PAW ke DPRD Provinsi,” imbuhnya.

Asrul menjelaskan, terkait proses pergantian yang bersangkutan, PDI Perjuangan akan melakukan komunikasi dengan penyelenggara Pemilu yang memiliki sumber data jelas untuk proses PAW.

Ia bilang kebijakan PAW yang dilakukan ini dikarenakan ada beberapa pelanggaran aturan partai yang dilakukan oleh Amin Drakel, di antaranya tidak disiplin dan juga tersangkut perkara UU ITE.

“Kasus ITE ini merupakan bagian dari PAW tersebut. Yang jelas kita sudah memutuskan untuk proses PAW, nanti bakal dilakukan konsultasi ke DPP,” tegasnya.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Ikuti Vicon Srena Polri Terkait Penelitian RKA Satker Pagu Indikatif T.A. 2021

Asrul menambahkan, jika Amin Drakel merasa keberatan dengan keputusan tersebut, yang bersangkutan dapat mengajukan keberatannya ke mahkamah partai. Mahkamah partai akan memanggil semua pihak untuk menjelaskan.

“Semua punya hak organisasi, Amin Drakel bisa mengajukan keberatan,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan siapa pengganti Amin ditentukan oleh data KPU. Pengganti Amin bakal dilihat dari hasil suara terbanyak urutan kedua daerah pemilihan tersebut.

“Kita tidak bisa sampaikan yang bakal mengganti Amin Drakel karena kita tidak punya data resmi, semua ada di KPU. Nanti kita minta ke KPU untuk KPU sampaikan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, selain tersandung kasus ITE, Amin juga pernah diputus bersalah dalam kasus penganiayaan ringan yang membuatnya divonis 5 bulan hukuman percobaan.

Baca Juga  Walikota Lantik Salatalohy Sebagai Asisten II Setda Kota Ambon

(red/tsc)