Terungkap: Suara Gemuruh Sebelum Gempa di Ambon Bikin Warga Panik

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Suara gemuruh yang sering mengiringi gempa di Ambon dan sekitarnya, menjadi persoalan ketika masyarakat yang dianggap siap melakukan evakuasi gempa merespon suara dentuman tersebut yang membuat panik.

Hal ini seperti diungkap oleh Lapan pada Rapat Briefing Kegiatan Dukungan Psikososial di Provinsi Maluku pasca gempa 26 September dipimpin Kepala pelaksana BPBD Provinsi Maluku Farida Salampessy didampingi Direktur Penanganan Pengungsi BNPB Johny Sumbung.

Hal ini direspon Direktur Penanganan Pengungsi BNPB, Johny Sumbung untuk mengajak BMKG ikut terjun mensosialisasikan kegempaan agar menjelaskan fenomena tersebut dan membuat warga menjadi lebih tenang serta menghindari hoaks.

“Kita akan ajak BMKG kembali bersama turun langsung ke warga dalam rangka dukungan psikososial juga berikutnya” jelas Johny.

Johny Sumbung mengungkapkan dari data BMKG dari 26 September hingga 2 Desember tercatat 2.601 gempa susulan. Jumlah yang sangat tinggi dan merupakan keadaan khusus terutama pelayananan psikososial yang merupakan salah satu aspek pemenuhan kebutuhan dasar pada fase transisi darurat ke pemulihan. Oleh karenanya, dukungan berbagai pihak untuk tetap mengadakan kegiatan layanan psikososial sangat diharapkan partisipasi elemen yang hadir.

Baca Juga  HCW Duga Ada Konspirasi Dibalik Pemberhentian Dirut PDAM Oleh Pj. Wali Kota Ternate

“BNPB hanya memfasilitasi, Bapak/Ibu yang hadirlah di garda terdepan melakukan pelayanan kepada masyarakat agar kita bergerak bersama-sama tidak jalan sendiri-sendiri” ujar Johny.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Provinsi Maluku (4/12) ini tersebut membahas rencana aksi kegiatan dukungan psikososial yang difasilitasi oleh Direktorat Penanganan Pengungsi dengan mendorong dihadirkannya Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPBD Kabupaten Maluku Tengah,Kabupaten Seram bagian Barat, BPBD Kota Ambon dan mitra lembaga kemanusiaan lokal seperti Yayasan Lapan Maluku (Lingkar Pemberdayaan Perempuan dan Anak) serta praktisi Samantha Training and Consulting. (red/rrl)