Tes Wawancara Calon Anggota KPU-Bawaslu RI Dinilai Bermasalah

oleh -178 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024 menilai ada empat permasalahan serius dalam pelaksanaan tes wawancara anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan yang diselenggarakan pada 26-30 Desember 2021.

Peneliti Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif) Ihsan Maulana, sekaligus koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024, mengapresiasi keterbukaan tim seleksi yang menyiarkan secara langsung tes wawancara melalui Youtube.

Namun, dia mengatakan ada beberapa kebijakan dan tindakan anggota timsel selama proses wawancara yang dapat menjauhkan dari upaya menghasilkan kemandirian lembaga penyelenggara pemilu sebagaimana ketentuan Pasal 22E ayat (5) UUD 1945.

“Setidak-tidaknya terdapat empat permasalahan serius yang dianggap menyimpang selama proses wawancara berlangsung,” ujar Ihsan dalam keterangan pers, Minggu (2/1/2022).

Pertama, kata Ihsan, timsel tidak berimbang dengan berlebihan memuji calon tertentu. Ihsan menyinggung nama Bahtiar, sekretaris timsel yang juga Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. 

Baca Juga  Jembatan Penghubung Dian Pulau- Tetoat Hoat Sorbay Akan Dilanjutkan Awal Tahun 2022

Video Rekomendasi

Ia menganggap Bahtiar menunjukan kecenderungan pilihan kepada calon tertentu dengan memuji hal yang tidak berkaitan dengan pendalaman kapasitas dan integritas calon.

“Jika memang pujian tersebut bagian dari strategi mendalami calon, seharusnya juga dilakukan secara merata kepada calon-calon yang lain. Apalagi terdapat berbagai kerja sama yang pernah dilakukan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umun dengan calon bersangkutan sebagaimana diakui Dirjen,” tuturnya.

Kedua, timsel tidak mendalami isu krusial kepemiluan. Menurut Ihsan, dalam melakukan pendalaman terhadap peserta, timsel tidak menggali lebih dalam melalui pertanyaan lebih teknis kepemiluan, seperti soal pemutakhiran daftar pemilih dan refleksi Pemilu 2019 dan Pilkada 2020.

“Padahal pendalaman terhadap isu kepemiluan penting untuk memastikan kapasitas calon terkait isu pemilu, kepemiluan, dan demokrasi,” kata dia.

Baca Juga  Carlo Ancelotti Terpilih sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris Bulan September

Ketiga, lanjut Ihsan, timsel terkesan menyudutkan calon tertentu lewat beberapa pertanyaan yang diajukan kepada calon anggota.

Keempat, beberapa calon tertentu terkesan tidak kompeten dalam isu kepemiluan. Padahal, menurut Ihsan, calon anggota yang lolos hingga ke tahap III semestinya memiliki kemampuan dan pengetahuan soal kepemiluan yang baik.

Ihsan berharap, catatan koalisi ini dapat membantu timsel calon anggota KPU-Bawaslu yang independen dan berintegritas.

“Sebab bukan tidak mungkin dalam masa pandemi dan keserentakan pemilu, tantangan demokrasi kian berat,” ujar Ihsan.

Adapun Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu 2024, antara lain, terdiri atas Kode Inisiatif, Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, dan Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit).

Baca Juga  Polda Maluku Akan Sekat Kawasan Dianggap Rawan Saat Malam Takbiran

(red/kompas)