Tidak Transparan Biaya BLT, IPMI Palang Kantor Desa Indong

oleh -243 views
Link Banner

Porostimur.com | Halsel: Sejumlah masa aksi yang mengatas namakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indong (IPMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Indong Kecamatan Mandioli Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (18/5/2020).

Aksi tersebut dilakukan IPMI karena diduga kuat tidak ada transparansi atas pengelolaan bantuan langsung Tunai (BLT) dari pemdes setempat.

Langkah ini diambil karena sebelumnya mereka telah mendistribusikan undangan kepada Pemdes Indong dan BPD untuk melakukan hearing menyangkut transparansi BLT pada Minggu malam pukul 21:30 Wit, namun sayangnya pihak pemdes beserta BPD tidak mengindahkan hal tersebut.

Menurut masa aksi harusnya pemdes terbuka dengan cara mensosialisasi terkait mekanisme maupun besar pagu anggaran BLT pada masyarakat agar tidak menimbulkan hal yang tidak inginkan.

Selain itu, berdasarkan keterangan dari Kordinator Lapangan (Korlap) sekaligus ketua IPMI Desa Indong Risal kepada wartawan Porostimur.com mengatakan bahwa jauh sebelumnya IPMI telah melakukan pendataan menyangkut pihak penerima bantuan langsung tunai (BLT), namun dari data yang dikantongi terdapat problem dimana tidak sesuai dengan mekanisme.

Baca Juga  'Memprotes' Perlakuan Terhadap Muslim Uighur, FC Koln Hentikan Akademi Sepak Bola di China

“Kami juga telah melakukan pendataan namun dari hasil pengkajian kami bersama teman-teman IPMI ada sebagian penerima BLT tidak sesuai lagi dengan mekanusme bahkan syarat BLT yang diatur dalam Permendes No: 6 Tahun 2020 tentang perubahan Permendes No: 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020”, tandas Risal

Risal bilang tujuan mereka bersama rekan-rekannya mengundang pemdes agar bisa hering terkait berbagai bansos maupun BLT itu sendiri.

“Kami merasa ada keganjilan dari pihak pemdes sehingga kami mengambil langkah melakukan demonstrasi pada siang ini karena dari inisiatif kami mengundang pemdes lagi-lagi tidak ada satu pun dari mereka yang merespon hal ini dan kami langsung palang kantor desa”, pungkas Risal.

Baca Juga  Diduga Pelakor, Wanita ini Dilabrak Istri Sah di Bandara

Hingga berita ini dipublis wartawan masih menunggu hasil konfirmasi dari Kepala Desa Indong. (adhy)