Tidak Transparan. GMKI Halbar Duga Anggaran 53 M, Ada Kongsi DPRD dan Tim Covid

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Jailolo: GMKI Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mempertanyakan realisasi anggaran Tim Covid-19 sebesar Rp53 Milyar, pertanyaan ini dikakukan melalui aksi di depan Gedung DPRD Halbar.

GMKI menilai DPRD Halbar dalam tugasnya sampai saat ini dinilai “ompong” atau tidak berfungsi dalam tugasnya sebagai pengawasaan karena sampai saat ini tidak ada transparansi soal anggaran oleh Tim Covid-19 Halbar, Senin (10/8/2020).

Dedi dalam orasinya menegatakan, Ia menduga anggran Tim Covid-19 sebesar Rp53 Miliar, sudah ada kerja sama antara Tim Covid dan DPRD Halbar, mengapa karena sampai saat ini tidak terbuka atau transparansi oleh Tim Covid-19 namun DPRD ikut diam.

“Soal anggaran Covid-19, dalam dugaan saya, turut diperami oleh DPRD, itu berarti dewan juga menikmati, padahal sampai saat ini tidak dipergunakan dan manfaatkan ke masyarakat Halbar”, katanya.

“Dana itu ngoni bikin apa, jangan sampe DPRD so sama-sama baku ‘kong kali kong’ soal anggaran Covid -19 sebesar Rp53 Miliar,” ungkap Dedi.

Baca Juga  Diprotes Polisi Papua, Kapolri Tambah Kuota Calon Perwira OAP

Dedi menegaskan kepada DPRD Halbar harus menjalankan fungsi sebagai pengawasan yang sudah dipercayakan oleh warga Halbar untuk duduk di DPRD.

“Sebagai wakil rakyat, harus betul-betul menjadi wakil rakyat, kalau Pemda salah harus sampaikan dan mengawasi,” ujarnya.

Korlap, Foxet Nyong selaku Ketua GMKI Halbar menyentil soal kinerja DPRD Halbar terkait fungsi kontorl sebagai lembaga legislatif.

“DPR Halbar ini bagaikan singa yang ompong, karena anggaran Covid-19 sebesar Rp53 Miliar sampai saat ini tidak ada trasnparansi oleh Tim Covid-19, tapi DPR hanya diam, berarti DPRD tidak tahu fungsi dan legitimasinya,” cetusnya.

Sambung Foxet, adapun dari dinas yang sengaja menjualkan alat Covid-19 dengan nilai yang begitu besar di desaa-desa.

Baca Juga  Brimob Maluku 'Hujani' Kota Ambon Dengan Cairan Disinfektan

“Tapi DPRD hanya menjadi penonton, apakah ni adalah kerja sama menciptakan Kongsi antara mereka DPR dan Tim Covid-19 Halbar,” pungkasnya.

Menanggapi terkait Anggaran Covid-19 sebesar Rp53 Miliar, Atus Sandiang menyemprot kepada pimpinan sidang Waka I DPRD Halbar Robinson Misi. Atus menyampaikan bahwa Ia meminta kepada Waka I untuk segera berkomunikasi mendatangkan Tim Covid-19 Halbar dalam hering hari ini.

“Saya meminta kepada Waka I selaku pimpinan sidang, agar segera komunikasikan kepada tim Covid-19 untuk datang kesini menjelaskan terkait tuntutan masa aksi dari GMKI soal Anggaran Covid-19 sebesar Rp53 Miliar, karena yang lain berbuat tetap sja DPRD yang dapat getahnya,” tutur Atus.

Hearing tersebut, tanpa adanya tim Covid-19 Halbar, untuk menyampaikan tuntutan dari GMKI Terkait penggunaan anggaran 53 M oleh tim Covid-19 Tersebut.

Baca Juga  Usai Ikut Pelatihan, Para Alumni Malindo Ambon Diharapkan Jadi Motivator Pengembangan Pangan Lokal

DPRD yang hadir dalam hearing tersebut, Robinson Misi, Joko Ahadi, Sofyan Kasim, Frangki Luang, Ibnu Kadim, Tamin Ilan, Atus Sandiang, Asdian Taluke, Albert Hama dan Pdt. Murari. (ash)