Tiga Hari Gelar Rakorsus, NasDem Bahas Penguatan Struktur Partai

oleh -192 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Rakornas Khusus Partai NasDem Bidang Ideologi Organisasi dan Keanggotaan dengan tema Konsolidasi Organisasi dan Sub Tema Penguatan Struktur Partai yang berlangsung secara daring dari hari Senin-Rabu (22-24 Februari 2021) secara resmi ditutup oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Partai NasDem Ir. Siswono Yudo Husodo.

Beberapa rekomendasi penting dan strategis seperti model pelembagaan nilai-nilai pengembangan Partai NasDem dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Rakornassus bertujuan untuk mendiskusikan dan evaluasi tata kelola struktur partai, mekanisme dan sistem rekruitmen anggota melalui E-KTA, sistem kaderisasi, kohesivitas DPP, DPW,DPD,DPC dan DPRt, pola pendanaan dan rencana aksi serta implikasinya terhadap isu-isu strategis kebangsaan.

Bagi kami di level DPW (Dewan Pimpinan Wilayah), menurut A. Malik Ibrahim, Wakil Ketua Bidang OKK, hal esensial yang perlu diderivasi kohesivitas NasDem sebagai partai otonom dan terbuka.

Link Banner

Artinya konstruksi penguatan struktur partai di semua level harus dikelola dibawah sistem organisasi yang fleksibel dan terbuka. Tidak semua kebijakan partai harus bersifat top down, karena akan menciptakan kontraproduktif.

Baca Juga  Hafifi Yagelissa Jabat Kasat Shabara Polres Pulau Ambon

Partai NasDem sebagai partai modern, idealnya harus menghindari cara-cara subordinasi. Inilah pentingnya kohesivitas dalam rangka menjadikan partai sebagai wadah bersama.

Transformasi menyeluruh dengan menjalankan sistem keorganisasian yang taat azas dan penguatan kaderisasi dan militansi kader ditumbuhkan serta ditopang oleh struktur yang kohesif maka orang tidak akan lari dari partai.

Bagi saya, “intinya penguatan struktur harus dapat mendorong agar partai harus lebih banyak mendengar suara dari daerah. Tidak bisa lagi DPP sentris atau maunya Jakarta. Karena hierarki politik yang berbasis paternalistik bukanlah hierarki yang diperlukan untuk menumbuhkan demokrasi.

Untuk mendapatkan gambaran apa yang harus dievaluasi oleh NasDem, kata Malik rodmap Rakornassus harus diimplementasikan otonom di daerah. Kenapa, karena ekosistem politik wilayah di setiap region itu berubah.

Baca Juga  Masjid Fastabiqul Akhirat Bitung Barat Gelar Salat Tarawih Dengan Protokol Covid-19

Mulai dari kultur komunalisme dan ketertutupan proses pengambilan keputusan partai di tingkat pusat, haruslah diterangkan sebagai gejala yang bertentangan dengan prinsip kehesivitas politik modern. Apalagi yang terkait dengan kebijakan publik dan isu-isu strategis, di mana suara daerah selalu tidak didengar.

Disadari bahwa selama ini elite politik partai masih sekedar memperjuangkan kepentingan pribadi atau oligarki.

Dalam konteks itu, menurut Malik, partai NasDem saatnya melakukan penguatan struktur yang kohesif agar lebih adaptif sebagi partai pergerakan dalam memastikan perubahan restorasi Indonesia dalam semangat bersatu, berjuang dalam kebersamaan. (red)