Tiga Kakak Beradik Tewas Mengenaskan, Diduga Diracun Sang Ibu

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Bali –Seorang bocah dan dua adiknya yang masih balita di Banjar Palak, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, mungkin tak pernah menyangka kehidupan mereka bakal berakhir tragis di dunia ini. Ketiganya, tewas mengenaskan setelah diracun oleh ibu kandungnya.

Ketiga anak malang tersebut bocah perempuan berusia 6 tahun berinisial DM, dan dua adik laki-lakinya: MM (4), dan Nm (2). Mereka tewas diduga diracun oleh sang ibu, PSP (33).

”Seusai memberikan racun kepada ketiga anaknya hingga tewas, PSP ikut menenggak racun untuk bunuh diri. Namun, ia tak sampai tewas, dan hingga kekinian masih dirawat di rumah sakit,” kata Kapolsek Sukawati Komisaris Pande Putu Sugiarto dalam keterangan tertulis yang didapat wartawan, Kamis (22/2/2018).

Namun, insiden tragis itu terjadi di Banjar Palak, Gianyar, persisnya di rumah orang tua PSP. Diduga, sang ibu tega melakukan perbuatan tersebut karena cekcok dengan sang suami, Putu Moh Diana.

Tragedi itu berawal pada Selasa (20/2) siang, sekitar pukul 12.45 WITA. Saat itu, PSP mengajak ketiga anaknya datang ke rumah sang kakek untuk menginap.

Baca Juga  Zidane Ingin Permainan Madrid Lebih Cepat dan Agresif

Selang dua jam, sekitar pukul 14.30 WITA, Putu Moh Diana (35)—suami PSP—mendadak datang dan sempat berbicara dengan pelaku.

”Berdasarkan keterangan saksi, suaminya saat itu sempat mengajak PSP dan ketiga anaknya untuk pulang ke Badung. Tapi pelaku tak mau, sehingga suaminya pulang sendiri,” terang Sugiarto.

I Nyoman Yoga, adik kandung PSP, mengakui Selasa malam, sekitar pukul 23.00 WITA, sempat bertemu suami pelaku di depan pintu rumah.

Ketika itu, Yoga bertanya kepada Moh Diana hendak ke mana. Mendapat pertanyaan itu, suami pelaku mengakui mau pulang ke Badung.

”Saksi Yoga juga mengakui, saat itu juga melihat kakaknya (PSP) masih menyusui anaknya yang balita di kamar. Ketika Yoga masuk ke kamar tidur, dia masih melihat kakaknya sedang duduk bersama kakak dan ibu mereka di beranda,” terangnya.

Baca Juga  Lompati mekanisme pembahasan LPJ, Limber diduga main mata dengan Pemkab MTB

Kisah berlanjut pada Rabu pagi, sekitar pukul 06.40 WITA. Ketika itu, Yoga yang bangun tidur, hendak mengambil peralatan mandi di kamar tempat PSP dan ketiga anaknya menginap.

”Saat mau masuk ke kamar itu ternyata terkunci. Yoga lantas menggedor pintu kamar, tapi tetap tak dibukakan. Akhirnya dia membuka paksa jendela, dan kaget melihat kakaknya dan ketiga keponakannya sudah terkapar,” jelasnya.

Yoga lantas memberitahukan keluarganya perihal kondisi PSP dan ketiga bocah itu yang terbujur kaku. Oleh keluarga, keempatnya dibawa ke Rumah Sakit Ganesa Celuk Sukawati.

”Saat ditemukan saksi Yoga, posisi ibu korban tidur terlentang sembari memegang pisau. Ketiga anaknya ditemukan sudah tak bernafas. Sementara PSP masih hidup meski kritis,” ungkapnya.

Baca Juga  BPD Desa Linggua Gugat Kebijakan Sepihak Kades

Aparat kepolisian yang mendapat laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat itulah ditemukan racun nyamuk cair dalam kemasan plastaik yang isinya sudah habis.

”Kamar itu semerawut, tempat tidur di lantai dengan beralaskan karpet merah. Di atas karpet ada ceceran cairan diduga racun nyamuk, dan juga ditemukan pisau dapur ternoda bercak darah,” tandasnya. (web-sr)