Tiga Puisi Firman Wally

oleh -45 views
Link Banner

MUSIM TIMUR BERAROMA RINDU

Kala datang musim timur
anak-anak ombak saling mengejar di bibir pantai
sedangkan perahu kami selalu melaju
membelah laut yang sebiru merindu

Sepanjang perahu kami melaju
percikan ombak memukul mata kami
menjilat dada kami
kami basah dalam sentuhannya yang gelisah
seperti doa-doa ibu di malam gelap gulita

Di bawah langit yang memancarkan saga
saat senja tiba
perahu kami bergegas menuju teluk
yang nampak seperti ibu sedang menunggu
sambil menyediakan peluk

Saat datang musim timur
laut selalu kami kenang
sehangat ciuman yang pernah mendarat di kening
ketika kami tak lagi menuju laut biru
hanya bisa merindu sambil menemani ayah
melinting tembakau

Tahoku, 09 September 2021

========

Baca Juga  Anggota DPRD Ambon Sesalkan Pelayanan PT. Taspen

BELAJAR DARI ALAM

Dulu kami selalu belajar dari alam
yang maha guru
datang dengan segala musim berbagi materi
berharap kami bisa mengerti

Perihal daun-daun ketapang menguning
lalu berguguran menandakan bahwa musim
hujan tinggal hitung hari segera berhenti

Atau daun ketapang yang menguning
dapat ditebak siapa yang melaut
akan membawa pulang ikan kulit pasir penghangat perut

Kini materi musim tak dapat lagi dimengerti
atau mungkin tuhan tak lagi menyediakan honor
untuk alam yang sudah berumur kelam ini

Tahoku, 09 September 2021

==========

DI LAUT BIRU

Di tubuh laut biru
kami bersaksi atas segala musim
juga perahu-perahu yang bersetia membahu
pada nasib baik yang kadang luruh
sebelum kembali berlabuh

Baca Juga  Brimob Maluku Kembali Membagikan Masker Kain Kepada Masyarakat Kota Ambon

Tahoku, 09 September 2021

No More Posts Available.

No more pages to load.