Tikam Warga Bitung Hingga Meregang Nyawa, Lepris Diamankan Resmob Maesa

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan menyebabkan nyawa orang sampai melayang, terulang kembali di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (1/10).

Peristiwa yang terjadi dikompleks Kanopi, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Minggu 29/9/2019 kemarin, menyebabkan korban Okta Sadia (52), warga Kelurahan Doorbolaang, Kecamatan Lembeh Selatan, meninggal dunia.

Dari keterangan saksi teman korban bernama Denny Roy Laheking (33), ketika dimintai keterangan petugas kepolisian mengatakan, Sadia meninggal dunia karena ditikam tersangka berinisial LS alias Lepring (36), warga Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minut.

Sebelum ditikam, awalnya tersangka melakukan penganiayaan dengan cara
memukul dari arah belakang dan membuat korban sampai terjatuh.

Kemudian, tersangka mencabut sebilah pisau yang disisipkan dipinggangnya dan langsung menikam korban dibagian rusuk sebelah kanan.

Baca Juga  Polda Maluku Gelar Operasi di atas KM Ngapulu

Untuk membenarkan peristiwa naas ini, Kapolsek Maesa, Kompol Ella Maramis menjelaskan, faktor sampai terjadinya penikaman disebabkan oleh minuman beralkohol. Dimana, tersangka dan korban sudah sama – sama mabuk.

Cuman gara – gara saling bertatapan, tersangka menghabisi nyawa korban dengan sebilah pisau badik. Usai menikam, tersangka melarikan diri dan korban dibawa ke Rumah Sakit Budi Mulia Bitung, untuk mendapatkan tindakan medis.

Karena luka yang cukup parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Kandouw Malalayang. Sayangnya, dalam perjalanan korban sudah meninggal dunia dan akhirnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bitung, untuk dilakukan otopsi.

Hanya hitungan jam, tersangka berhasil ditangkap Tim Resmob Polsek Maesa disaat bersembunyi diatas kapal KM Nelayan 88 yang sedang terpakir di dermaga di Kelurahan Pateten Dua.

Baca Juga  Basarnas Ternate Berhasil Selamatkan KM. Mulin 17 POB, 16 Orang ABK Dalam Keadaan Selamat

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 ayat (1) Subsider Pasal 351 ayat (3), dengan ancaman 15 tahun bui (dan)