Tim SAR Turunkan 20 Penyelam Cari Wisatawan Amerika yang Hilang di Perairan Amahusu

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur com | Ambon: Dua puluh orang penyelam diturunkan oleh Tim SAR guna melakukan pencarian tehadap wisatawan asal Amerika Serikat yang hilang di perairan Amahusu, Teluk Ambon, Maluku.

Korban bernama Carol Marie Lakien alias Leila (56) dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas penyelaman di lokasi tersebut.

“Kita kerahkan 20 penyelam untuk melakukan pencarian,” kata Kepala Basarnas Ambon, Djunaidi, Sabtu (8/8/2020).

Dia mengatakan, suami korban turut membantu pencarian korban.

Link Banner

Para penyelam dari tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian itu di antaranya berasal dari Kantor Basarnas Ambon, Marinir, TNI-AL, TNI-AD, Polairud Polda Maluku, Persatuan Pemandu Wisata Selam Maluku, hingga warga setempat.

Namun, upaya pencarian selama lebih dari dua jam belum membuahkan hasil. Puluhan penyelam kembali ke darat untuk beristirahat dan melakukan berbagai persiapan lanjutan pencarian pada pukul 14.00 WIT.

Baca Juga  Perhimpunan Kanal Maluku Salurkan Bantuan dari Yayasan Bina Swadaya Kepada Pengungsi Gempa di Kabauw dan Rohomoni

Djunadi menjelaskan korban hilang saat menyelam di perairan Desa Amahusu. Pihaknya mendapatkan laporan resmi atas kejadian itu pada Jumat (7/8) sekitar pukul 13.20 WIT.

Lokasi penyelamannya sekitar 150 meter dari garis pantai setempat, tepatnya di depan Hotel Tirta Kencana Amahusu, tempat perahu mereka bernama Aqua Bago lego jangkar.

“Yang melakukan penyelaman terlebih dahulu adalah suami korban bernama Cevin Scott Pool (57) sekitar pukul 09.30 WIT, lalu beberapa saat kemudian Leila juga melakukan penyelaman,” kata dia.

Namun, katanya, saat Cevin kembali ke permukaan air dan naik perahu layar mereka sambil menunggu isterinya, ternyata korban tidak muncul sehingga dia sempat meminta bantuan warga setempat dan dilanjutkan dengan melapor ke Kantor Basarnas Ambon.

Baca Juga  Pilkada Kepulauan Sula 2020 Bakal Seru: Zulfahri Duwila Yakin Menang

Djunaidi menambahkan, lokasi pencarian korban pada hari kedua ini diperluas hingga radius 500 meter dari lokasi korban dilaporkan hilang. Operasi pencarian akan dilakukan hingga batas waktu tujuh hari.

“Karena arusnya memang deras semoga korban hari ini bisa ditemukan secepatnya,” katanya. (keket)