Tim Usman-Bassam Ajak Kubu Hello Tanding di Lapangan

oleh -43 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Seperti diketahui bersama Pilkada Halmahera Selatan hanya diikuti dua pasangan calon yang resmi terdaftar sebagai peserta Pilkada tahun 2020-2025 yakni pasangan Usman Sidik – Hassan Ali Bassam Kasuba dan pasangan Helmi Umar Muchsin – La Ode Arfan.

Hal ini disampaikan Tim Hukum Usman – Bassam kepada media pers bahwa, proses tahapan dari bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati menjadi calon bupati dan calon wakil bupati telah sesuai tahapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Halmahera Selatan dan kedua peserta Pilkada ini telah memenuhi seluruh persyaratan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Namun sayangnya tahapan proses yang sudah terlewati dengan normal itu, kembal coba diutak-atik melalui laporan sengketa administrasi yang dilayangkan tim hukum paslon Helmi-Laode terkait keputusan KPU Halsel Nomor 309/PL.02.3-Kpt/8204/KPU-Kab/IX/2020 tentang penetapan pasangan calon peserta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan tahun 2020 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halmahera Selatan, pada Jumat (25/9/2020).

Baca Juga  Anies Tarik Rem Darurat, Jakarta PSBB Total

Tim Hukum Paslon Usman-Bassam melalui La Jamra Hi. Zakaria, SH mengatakan objek yang disengketakan oleh tim hukum Helmi-Laode, tidak memiliki dasar hukum karena sampai saat ini dugaan ijazah palsu tidak terbukti secara sah sebagaimana yang dituduhkan kepada Usman Sidik.

Link Banner

La Jamra menuturkan bahwa Usman Sidik resmi terdaftar sebagai peserta calon bupati dengan memenuhi segala ketentuan administrasi persyaratan calon.

“Itu berarti apa yang dituduhkan selama ini terhadap calon bupati kami adalah fitnah yang keji atau kampanye hitam”, katanya.

La Jamra mengajak Pasangan Helmi- La Arfan agar bertanding secara fair dan sportiv di lapangan. “Ayo bertanding dengan jantan di lapangan. Jangan atur di luar lapangan, itu namanya pengecut”, tukasnya.

Sementara itu, Yusman Arifin, SH menambahkan, laporan tim hukum Helmi-Laode telah nyata mencederai nilai-nilai demokrasi pada Pilkada Halmahera Selatan oleh karena objek sengketa yang dilaporkan sudah pernah diperiksa dan diputuskan Bawaslu Halsel pada putusan sebelumnya dimana dinyatakan tidak terdapat cukup bukti dan tidak memenuhi unsur pidana pemilu maupun pelanggaran administrasi pemilu, oleh karena itu tidak ada alasan bagi bawaslu halsel untuk mengabulkan laporan itu.

Baca Juga  Fince Hongarta Nakhodai GOW Kepulauan Sula

“Untuk itu kami berharap bawaslu harus menolak laporan sengketa yang dilayangkan tim hukum paslon Helmi-La Ode.

“Bagi kami tag line humanis paslon Helmi-La Ode hanya sebagai slogan dan tidak mencerminkan semangat demokrasi yang sehat dan humanis yang sebenarnya,” cetusnya.

“Kami Tim Hukum Usman-Bassam memgimbau kepada seluruh warga masyarakat Halmahera Selatan untuk tidak termakan isu-isu yang terkesan berbau fitnah dan kami mengajak kita semua mendukung pilkada yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral demi terciptanya demokrasi yang sehat untuk Halmahera Selatan yang kita cintai. (adhi)