Tindakan Gugus Tugas Covid-19 KKT Dinilai Tidak Manusiawi

oleh -184 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon:
Setelah menjadikan lapangan futsal sebagai tempat karatina bagi masyarakat yang hendak ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang dinilai tidak manusiawi dan tidak sesuai standar kesehatan oleh banyak kalangan, kini berulah lagi.

Tindakan tidak manusiawi itu dilakukan oleh team gugus tugas covid 19 Kab.KKT dengan cara menurunkan penumpang KM Sabuk Nusantara 34 di Pelabuhan Saumlaki degan menggunakan derek dan jala jala Kapal yang biasanya di pakai Buru Pelabuhan untuk kegiatan bongkar muat.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku Kab.KKT
(HIMAPEL KKT-AMBON) Nikodemus Antonis Saulahirwan, SH mengatakan perlakuan tim gugus tugas covid 19 Kab. KKT untuk menurunkan penumpang KM Sabuk Nusantara 34 di Pelabukan Saumlaki dengan tidak manusiawi.

Baca Juga  Operasi pekat, Polres musnahkan lokasi produksi sopi di hutan

“Pandemik Covid-19 ini membuat kita semua merasa panik, cemas, takut, dan lain-lain, bukan berarti sebagai petugas Team Covid-19 itu semena-mena bertindak ikut keinginan sendiri,” kata Saulahirwan.

Link Banner

“Saya sangat menyesalkan tindakan tidak terpuji ini, yang dilakukan oleh tim gugus tugas kepulauan tanimbar. Mereka yang turun dari kapal itu manusia bukan barang bawaan maupun Hewan peliharaan. Mungkin saja tim gugus tugas tanimbar suda tidak punya rasa kemanusiaan lagi sehingga para penumpang di perlakukan seperti itu. Hebatnya lagi, mereka yang memakai Apd lengkap berdiri santai, kemudian membiarkan para buru pelabuhan untuk menurnkan para penumpang. Mereka itu suda cukup terpukul dengan proses karantina di atas kapal jadi jangan membuat mereka lebih terpukul lagi,”bebernya.

Baca Juga  MI puncaki Turnamen Golf Piala Danlanud Pattimura 2018

Saulahirwan meminta Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH., MH Yang Adalah Ketua Gugus Tugas Kepulauan Tanimbar untuk mengefaluasi kinerja anak buahnya yang melakukan tindakan yang yang sangat tidak manusiawi sehingga dikemudian hari hal serupa tidak terulang lagi,tegas Saulahirwan. (olof)