Tingkat Pengangguran di Maluku Utara Naik Jadi 4,55 Persen

oleh -27 views

Porostimur.com, Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 mencapai 4,55 persen, naik dari 4,03 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan masih adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.

Angkatan Kerja Bertambah, Pengangguran Naik

Kepala BPS Maluku Utara Simon Sapary menjelaskan, jumlah angkatan kerja di provinsi itu mencapai 705,58 ribu orang, naik 16,34 ribu orang dibanding Agustus 2024. Dari jumlah tersebut, 673,46 ribu orang sudah bekerja, sedangkan 32,12 ribu orang masih menganggur.

“Peningkatan angkatan kerja menunjukkan makin banyak penduduk usia kerja yang aktif di pasar kerja, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja,” ujar Simon dalam rilis yang diterima Porostimur.com, Jumat (7/11/2025).

BPS juga mencatat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) naik menjadi 69,57 persen, dari sebelumnya 69,13 persen. Artinya, semakin banyak masyarakat usia produktif yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Baca Juga  DPRD Halsel Keluhkan Gaji Belum Cair, Menjelang Natal Beban Kian Terasa

Mayoritas Masih di Sektor Informal

Dari sisi lapangan pekerjaan, 64,51 persen pekerja di Maluku Utara masih berada di sektor informal, sementara 35,49 persen lainnya bekerja di sektor formal.

Sektor industri pengolahan tercatat sebagai penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 24,90 persen, menandai pergeseran struktur ekonomi Maluku Utara yang kian bergantung pada aktivitas hilirisasi tambang dan industri nikel.

Meski demikian, BPS mengingatkan masih tingginya proporsi pekerja yang belum bekerja penuh. Sebanyak 40,44 persen pekerja di Malut tergolong tidak bekerja penuh, terdiri dari 10,56 persen setengah penganggur dan 29,88 persen pekerja paruh waktu.

No More Posts Available.

No more pages to load.