Tingkatkan Minat Baca, Dinas Perpus Maluku Gelar Diskusi dan Workshop Literasi

oleh -160 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku Gelar Diskusi dan workshop keliterasian di provinsi maluku di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Selasa (10/9/2019).

Dalam Laporannya, Ketua Panitia mengatakan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Perpustakaan Nasional RI melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, menggelar Kegiatan Diskusi dan Workshop Keliterasian di Provinsi Maluku.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan para penggiat Literasi di Provinsi Maluku, duduk bersama berdialog membicarakan perkembangan literasi di Daerah Maluku.

Tujuan utama kegiatan ini adalah pertama untuk menggelorakan gerakan literasi nasional yang berbasis inklusi sosial yang akan bermuara pada peningkatan minat baca masyarakat. Dengan demikian diharapkan bahwa akan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kedua untuk memberikan motivasi dan pemahaman bagi para pegiat literasi di daerah untuk bagaimana dapat membuat tulisan yang baik terutama dalam menyampaikan kritik sosial dalam sebuah karya tulis” Katanya.

Baca Juga  Ombak

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku, Drs.Mustafa Sangadji, MM mengatakan bahwa ada tiga indikator tujuan untuk menjadi penggiat literasi yaitu pertama, harus memiliki kemampuan, kemampuan untuk seluruh stokeholder penggiat literasi punya kemampuan dalam rangka minat baca yaitu cara membaca, cara menulis, cara berbicara, cara berhitung dan lain-lain.

Kedua yaitu membantu, membantu dengan cara penggiat literasi untuk membaca di perpustakaan, bagi yang belum memanfaatkan perpustakaan dapat memanfaatkan perpustakaan.

Ketiga meningkatkan, untuk meningkatkan semua kompetensi yang ada. Mulai dari koleksinya, sumber daya manusia, sumber daya yang ada harus dimanfaatkan.

“Karena standar sekarang adalah literasi. Jadi yang didengungkan sekarang ini adalah literasi, semua harus memakai literasi, Sebab untuk mencegah kemiskinan pun harus memakai literasi, karena seseorang kalau tidak ada literasi bagaimana mungkin seseorang tersebut dapat mencegah kemiskinan,” Kata Sangadji, di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku.

Baca Juga  Model Pakaian Renang Tertua ini Ternyata Mantan Juara Binaraga

Menurutnya, tanpa literasi, tanpa membaca bagaimana seseorang dapat berubah. Cara untuk merubah pola pikir, mainshed, ekonomi, acicudnya seseorang itu melalui membaca. Karena tanpa membaca perubahan tidak akan terjadi, tanpa membaca pemanfaataan sesuatu pun tidak akan terjadi.

Dirinya menjelaskan indikator komponen adalah literasi. Sekarang perpustakaan adalah inklusi nasional, inklusi nasional berarti perpustakaam sekarang ditambah dengan teknologi bagaimana dapat merubah taraf hidup.

“Keterkaitan dengan unit lain dalam rangka keterampilan dalam industri kecil, keterampilan dalam memberi dakwa, keterampilan dalam memberi ceramah, keterampilan dalam bercocok tanam, sementara ini perpustakaan dalam menuju hal ini karena itu adalah fungsi inklusi nasional dari perpustakaan seharus itu dilakukan di desa-desa karena masuk pada perpustakaan desa, jikalau perpustakaan desa sebagai inklusi nasional harus diperlukan,” ungkapnya.

Baca Juga  Bale ke Tottenham, Asensio dan Vinicius Berebut No.11

Dirinya berharap agar dapat merumuskan suatu rumusan, yang bisa memecahkan problematik yang dihadapi oleh dinas perpustakaan dan kearsipan pada khususnya dan pengembangan minat baca pada umumnya.

Narasumber pada kegiatan diskusi dan workshop keliterasian ini yaitu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Maluku, Drs.Mustafa Sangadji, MM, Maman Suherman, Pegiat literasi dan penulis serta jurnalis senior nasional dari Jakarta, Duta Baca Provinsi Maluku, Stanley Ferdinandus, Sastrawan dan Penulis Buku di Provinsi Maluku, Rudy Fofid. (Ebot).