Tingkatkan SDM petani hutan, Balai PSKL gelar Sekolah Lapang

oleh -118 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : Guna menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia, khususnya petani hutan, Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Maluku-Papua, menggelar sekolah lapang (SL) pengolahan produk dan pemasaran hasil hutan.

Kegiatan ini sudah digelar di Villa Gaba Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara (Malut), 17 – 20 Oktober 2018 lalu.

Rilis berita yang diterima @porostimur.com menyebutkan kegiatan ini dimotori Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Perhutanan Sosial yang dinahkodai L. Leleulya,S.Hut,M.Si.

Sekolah Lapang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kehutanan Propinsi Maluku Utara (Malut), Achmad Zakih,S.Hut,M.Si dan didampingi Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Perhutanan Sosial. Sekolah Lapang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kehutanan Propinsi Maluku Utara (Malut), Achmad Zakih,S.Hut,M.Si dan didampingi Kepala Seksi Penyiapan Kawasan dan Usaha Perhutanan Sosial.

Link Banner

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyiapkan sumberdaya manusia dalam hal ini petani hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani hutan (KTH ) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

Baca Juga  ASN Asal Halmahera Selatan Ditemukan Tewas di Kamar Hotel

Menurutnya, kegiatan SL ini diikuti oleh 75 peserta perwakilan dari kelompok Tani Hutan (KTH) Mau Sigaro dan KTH Gam Wanger.

Dimana, KTH Mau Sigaro melibatkan 3 Kelompok Usaha Perhutanan Sosialnya (KUPS), masing–masing KUPS Mau Sigaro, KUPS Mau Dadalara dan KUPS Kasih.

Sedangkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gam Wanger melibatkan KUPS Tacici Palai Mari Moy dan KUPS Rotan Tacici Sudum.

Zakih dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Lapang yang baru pertama kalinya digelar di Provinsi Malut.

”SL sangat membantu kelompok tani hutan untuk kemajuan petani hutan, karena bekal teori dan praktek dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kelompok,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mendorong berbagai upaya pengelolaan hutan dengan melibatkan masyarakat baik di dalam kawasan hutan negara maupun di luar kawasan hutan negara melalui Program Perhutanan Sosial (PS), sehingga implementasi dari PS adalah melalui program sekolah lapang.

Baca Juga  Jelang Idul Fitri, Pemkab Kepulauan Sula Gelar Operasi Pasar

Kesempatan yang sama, Leleulya menegaskan bahwa program perhutanan sosial bertujuan untuk menjaga kelestarian hutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Kemitraan, Hutan Rakyat dan Hutan Adat.

”Agar kinerja kelompok perhutanan sosial lebih dimaksimalkan maka dibutuhkan penguatan kapasitas anggota kelompok untuk mengembangkan potensi hutan melalui kegiatan sekolah lapang,” jelasnya.

Sebagai kegiatan yang baru pertama kali diogelar di Malut, akunya, SL diharapkan akan menjadi pilot project bagi lokasi PS lainnya.

Dimana, konsep SL yang dikembangkan pihaknya akan diseminasi untuk kelompok tani lainya di wilayah Maluku Papua yang telah memperolah ijin pemanfaatan kawasan hutan.

Secara umum, jelasnya, SL bertujuan untuk mendorong para pemegang izin dan hak untuk melaksanakan kewajiban dalam penyelenggaraan HKm, HD, HTR dan Kemitraan Kehutanan, memandirikan para pemegang izin dan hak dalam proses pembelajaran (transfer of knowledge) sesuai dengan keutuhan lokal dan tersedianya wadah atau sarana pembelajaran bersama antara stakeholders HD, HKm, HTR dan Kemitraan Kehutanan.

Baca Juga  Menuju New Normal, Brimob Kompi 1 Yon C Pelopor Laksanakan Patroli dan Imbauan di Kota Tual

Ditambahkannya, kegiatan diawali dengan kegiatan dinamika kelompok untuk memberikan penguatan kepada kelompok tani tentang arti pentingnya bekerja dalam kelompok dengan saling memotivasi untuk kemajuan kelompok dan beberapa materi penguatan lainnya.

Di antaranya, terangnya, kebijakan HD, HKM, HTR dan kemitraan Lingkungan, Pengenalan  Konsep Sekolah lapang, Pembukuan Keuangan Kelompok, Kewirausahaan, Pembentukan dan Pengembangan Koperasi, proses perijinan dan pemasaran hasil hutan, dan pembuatan diversifikasi produk pala, pengembangan usaha lebah madu, rotan dan bambu.

”Kegiatan Sekolah Lapang difasilitatori oleh Dr. F. S. Latumahina,S.Hut.MP, dari Universitas Pattimura Ambon, dengan enam orang narasumber masing – masing dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Maluku Utara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Maluku Utara, pengusaha diversifikasi produk pala, pembudidaya lebah madu, pengrajin rotan dan bamboo” pungkasnya. (keket)