Tipu pengguna kartu ATM, RHT gondol jutaan rupiah

oleh -137 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : RHT alias R (27), akhirnya harus mendekam dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, pekan kemarin.

Pasalnya, R berhasil melakukan penipuan dan penarikan uang tunai beberapa nasabah bank berbeda di Kota Ambon.

Aksi R sendiri, akhirnya terhentikan oleh sekuriti PT Telkomsel di Kecamatan Nusaniwe, Sabtu (9/3), sekitar pukul 16.00 Wit.

Informasi yang berhasil dihimpun dari tubuh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres P. Ambon dan Pp. Lease, menyebutkan RHT diproses sesuai dengan Laporan Polisi LP/58/I/2019/Maluku/Res Ambon, tanggal 21 Januari 2019.

Link Banner

Dimana, saat melancarkan aksinya, RHT berkedokkan petugas SSI yang sedang memperbaiki mesin ATM.

Dalam melancarkan aksinya, RHT memilih lokasi secara acak, di antaranya pada ATM Bank Mandiri Telkomsel Talake, Kecamatan Nusaniwe, ATM Bank BNI Air Salobar depan Gereja Hati Kudus, Kecamatan Nusaniwe dan ATM Bank BNI Kebun Cengkeh di depan SMPN 14 Ambon, Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Pada ATM Bank Mandiri Telkomsel Talake, Kecamatan Nusaniwe, RHT berhasil melancarkan aksinya sebanyak 4 kali yaitu pada awal bulan Januari 2019, sekitar jam 10.00 Wit, pelaku berhasil mendapatkan kartu ATM milik korban, saat RHT hendak mengambil uang, ATM sudah diblokir.

Begitupun pada Jumat (18/1), sekitar 13.50 Wit, RHT berhasil memperoleh ATM milik Ivone Siska Noya (ISN) dan menarik uang tunai Rp. 4 juta, pada ATM Bank Mandiri Syariah di depan Masjid Al-Fatah Ambon, sesudahnya kartu ATM dimaksud langsung dibuangnya.

Baca Juga  Dewan Pers Minta Media Tidak Mudah Percaya Klaim Kondusif di Papua

Pada Senin (4/4) sekitar pukul 20.00 Wit, RHT juga berhasil mendapatkan kartu ATM milik korban lain dan berhasil mengambil uang tunai sebesar Rp. 650 ribu.

Dan pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 10.00 Wit, RHT tidak berhasil menipu pengguna kartu ATM.

Saat itulah ia pun diamankan tenaga sekuriti PT Telkomsel yang sudah mencurigai gerak-geriknya.

Untuk lokasi ATM Bank BNI Air Salobar depan gereja Hati Kudus, Kecamatan Nusaniwe sendiri, RHT berhasil melancarkan aksinya sebanyak 2 kali, namun tidak berhasil menarik uang tunai milik nasabah karena sudah diblokir terlebih dahulu.

Sementara di lokasi ATM Bank BNI Kebun Cengkeh di depan SMPN 14 Ambon, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, RHT berhasil melancarkan aksinya sebanyak 1 kali.

Baca Juga  Tak Sanggup Bayar Tagihan Rumah Sakit Rp7 Triliun, BPJS Kini Terancam Denda Puluhan Miliar

Sekitar awal bulan Februari, pukul 08.00 Wit, RHT berhasil mendapatkan kartu ATM milik korban lain, penarikan tunai juga tidak biasa dilakukan, karena kartu sudah terblokir sebelumnya.

Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian RHT mengaku mengintai korbannya masuk lebih dahulu ke dalam ruang ATM dan menyusul masuk di belakang korbannya, serta mengaku sebagai petugas mesin ATM.

Metode ini juga dilakukannya kepada korban ISN saat berada dalam ruangan ATM Bank BNI di samping PT Telkomsel Talake, Kecamatan Nusaniwe.

Sebelum ISN memasukkan kartu pada mesin ATM, RHT mengatakan mesin ATM sedang mengalami gangguan.

RHT pun bersedia membantu ISN dan mendekati serta mengambil kartu ATM milik ISN seraya berpura-pura memasukkan kartu itu ke dalam mesin ATM, padahal kartu tersebut disembunyikan pada kantong celananya.

RHT kemudian menekan tombol enter pada mesin ATM dan muncul tulisan pada layar tarikan non tunai pada sebelah kanan.

Baca Juga  Lakukan Monitoring, DPRD Komisi I DPRD Halsel Bakal Proses Hukum Aduan Masyarakat Desa Tawa

RHT kemudian menekan lagi tombol non tunai tersebut dan muncul tulisan yang di bawahnya ada garis putus-putus.

RHT pun menjelaskan bahwa sekarang ISN boleh mengetik nomor pin pada garis putus-putus tersebut.

Namun saat itulah RHT menghafal nomor pin milik korban.

Sebelum meninggalkan ISN, RHT mengatakan ISN tinggal menekan nominal jumlah uang yang mau diambil dan uangnya sudah bisa keluar.

Dari tangan RHT sendiri, Satreskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 buah HP merk Maxtron senilai Rp 500 ribu (hasil pembelian menggunakan uang tunai Rp. 4 juta), 2 buah kartu ATM milik korban lain, yaitu kartu ATM Bank Mandiri dan Bank BNI (milik korban yang berhasil ditarik uang tunainya sebesar Rp. 650 ribu).

Atas kasus yang dilakoni RHT ini, penyidik telah memeriks 3 orang saksi dan RHT sudah ditetapkan sebagai tersangka yang melanggar Pasal 378 KUHPidana. (leli)