Titik Balik Karier Lapangan Hijau Riyad Mahrez

oleh -7 views
Link Banner

Porostimur.com | Manchester: Kecepatan seorang pemain yang dipadukan dengan kemampuan melewati pertahanan lawan merupakan impian banyak pelatih. Dari dua kemampuan tersebut, juru taktik sebuah tim bisa berharap gol dari si pemain atau minimal membuka ruang peluang bagi rekan-rekannya.

Dua kemampuan itu ada pada sosok penyerang Manchester City, Riyad Mahrez. Beroperasi di sisi kanan pertahanan lawan, pergerakannya sulit dihentikan. Ia salah satu pemain penting pelatih Pep Guardiola dalam membangun City. Mahrez bagian penting kesuksesan City sejak tiba di Etihad dari Leicester City.

Pemain Muslim berkebangsaan Aljazair itu dibeli City pada musim panas 2018 dari Leicester. Ia telah mencatatkan 179 penampilan bersama the Citizens di semua kompetisi berdasarkan catatan Transfermarkt, Kamis (28/1). Ia membukukan 31 gol serta 31 assist.

Pemain 29 tahun tersebut telah mempersembahkan lima gelar untuk tim rival sekota Manchester United itu, yakni satu gelar Liga Primer Inggris, satu Piala FA, dua Piala Carling, dan satu trofi Community Shield.

Musim ini, Mahrez tampil dalam 25 pertandingan di semua kompetisi serta mencetak enam gol dan tiga assist. Mahrez memang tak selalu menjadi pilihan Guardiola dalam susunan pemain starter. Tetapi setiap kali tampil, ia selalu memberikan perbedaan dalam permainan.

Baca Juga  Band Kotak Rilis 'Teman Palsu' yang Direkam di Yogyakarta

Keberhasilan City memegang puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris musim ini tak lepas dari peran Mahrez. Ia tampil 14 pertandingan di Liga Primer dan hanya lima kali tak diturunkan. Itu artinya sosok Mahrez sangat dibutuhkan di skuad City.

Bakat Mahrez mulai berkembang pesat ketika berseragam Leicester. Bersama Jamie Vardy dkk, Mahrez menjadi salah satu tokoh sukses the Foxes karena berhasil menjuarai Liga Primer pada 2016. Ia sosok pendobrak pertahanan lawan dengan dua kemampuan istimewanya itu.

Nama Mahrez pun semakin berkibar dan menjadi daya tarik klub-klub top Eropa untuk mendapatkan jasanya. Dan, City memenangkan perburuan Mahrez pada 2018. Ia adalah pemain yang dinilai cocok dengan taktik Guardiola.

Baca Juga  MRS Festival, giliran SMAN 5 Ambon disasar Polda Maluku

Mahrez dilahirkan di Sarcelles, Prancis dari pasangan Muslim, Ahmed Mahrez asal Aljazair dan Halima Mahrez asal Maroko. Dikutip dari Sportytell, Mahrez merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Kakak laki-lakinya bernama Walid Mahrez, sedangkan dua saudara perempuannya, Innes Mahrez dan Dounya Mahrez.

Mahrez kecil dibesarkan di salah satu pinggiran kota Prancis yang terkenal keras. Saat itu, Sarcelles merupakan daerah peredaran narkoba dan kental dengan kekerasan.

Bakat sepak bola Mahrez agaknya mengalir dari ayahnya yang juga atlet sepak bola. Ayah Mahrez pernah bermain di Aljazair sebelum pindah ke Prancis. Wajar bila ayahnya selalu mendukung dan mendampingi Mahrez ketika sedang proses mengembangkan bakatnya. Pada 2004, Mahrez mulai bermain bersama AAS Sarcelles dan ayahnya selalu menemaninya baik saat pertandingan maupun latihan.

Namun, Mahrez harus kehilangan sosok yang memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan bakat sepak bolanya pada usia 15 tahun. Sebab, ayahnya meninggal pada tahun 2006. Ia pun merasa kehilangan motivator terbesar dalam perjalanan kariernya.  

Kematian ayahnya membuat Mahrez sadar tentang banyak hal. Ia pun mengambil lebih banyak peran setelah itu. Bisa dikatakan ini menjadi titik balik dalam kehidupan Mahrez. Ia mulai lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berkarier di lapangan hijau.

Baca Juga  Messi, Avengers Endgame dan Nasehat Hoja

(red/republika)