TNI AL Temukan Potongan Tubuh di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

oleh -107 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Tim Penyelam Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut menemukan bagian tubuh diduga milik penumpang Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Ahad (10/1/2021).

Dankima Satkopaska Koarmada I, Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa mengatakan, bagian tubuh itu ditemukan di kedalaman 17-20 meter dan sudah tercampur dengan potongan puing pesawat. 

“Masih banyak potongan di bawah air,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, ada empat tim yang diturunkan untuk mencari pesawat dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak itu. 

Link Banner

Diantaranya, satu tim berada di KRI Teluk Gilimanuk, satu tim di KRI Rigel-933, dan dua tim berangkat menggunakan dua sea rider.

“Sebagian penyelam pernah ikut membantu evakuasi pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada tahun 2018 lalu,” kata dia. 

Baca Juga  Terobosan Kreatif Polres Kepulauan Aru Dalam Pengamanan Kampanye Pemilukada di Kabupaten Kepulauan Aru

Pasukan Khusus Korps Marinir TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) juga menemukan serpihan pesawat Sriwijaya Air pada lokasi antara Pulau Lancang dan Pulau Laki perairan Kepulauan Seribu.

Marinir merilis, serpihan tersebut ditemukan pukul 09.30 WIB oleh penyelam Denjaka. 

Serpihan yang ditemukan diantaranya plat besi berukuran panjang serta besi bulat yang diduga sebagai roda pesawat Sriwijaya dengan nomor penerbangan SJ 182.

Penemuan serpihan disaksikan langsung oleh Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M. Tr(Han)., dan rencananya serpihan yang telah ditemukan akan dikumpulkan dan nantinya dibawa ke Pelabuhan JITC Jakarta Utara. 

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJY-182 dengan rute Jakarta-Pontianak dikabarkan sempat hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta kemarin. 

Baca Juga  Malam Bakudapa Maluku 1R Salam-Sarane Wilayah Surabaya Timur, Berlangsung Meriah

Kabar hilang kontak pesawat itu pun disusul dengan kepastian jika pesawat itu jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Total, pesawat tersebut mengangkut 62 orang diantaranya 12 kru pesawat dan 50 penumpang yang terdiri terdiri dari 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.