TNI/Polri sosialisasikan program prioritas Iriana Joko Widodo

oleh -86 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon :Narkoba, pornografi dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menjadi prioritas program yang dicanangkan Ibu Negara Ny Iriana Joko Widodo.

Pasalnya, ketiga masalah ini dinilainya merongrong ketahanan negara, khususnya generasi penerus bangsa yang berada dalam seluruh wilayah NKRI.

Merealisasikan progran prioritas ini, jajaran Persit Chandra Kartika Kirana (Persatuan Istri TNI AD), jajaran Bhayangkari (Persatuan Istri Polri), jajaran Jalasenarsih (Persatuan Istri TNI AL), jajaran Pia Ardhyah Garini (Persatuan Istri TNI AU), dengan menggelar sosialisasi mengenai pencegahan narkoba, pornografi, kekerasan terhadap perempuan dan anak,

Sosialisasi yang mengusung tema ”Lawan Narkoba, Pornografi, kekerasanterhadap perempuan dan anak demi masa depan Indonesia gemilang, keluarga besar TNI-Polri di Maluku bersatu”, diselenggarakan di Aula Slameth Riyadhi Makorem 151/Binaiya Ambon, Rabu (21/3).

Dimana, rilis berita yang diterima wartawan dari Penerangan Korem (Penrem) 151/Binaiya, Rabu (21/3) menyebutkan sosialisasi ini turut melibatkan unsur pelajar dari SMP, SMA, Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta anggota TNI/Polri.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Kunjungan Pengurus LDII Maluku

Dalam sambutannya, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVI/Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto, menegaskan bahaya penyalahgunaan narkoba, pornografi dan kekerasan terhadap wanita dan anak-anak telah menjadi hal yang mencekam bagi kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat maupun bangsa dan negara.

”Narkoba merupakan bahan kimia yang dapat menimbulkan ketergantungan dan merusak kerja sel syaraf. Ribuan orang harus meregang nyawa akibat barang haram ini baik anak–anak, pelajar maupun mahasiswa. Lebih mengkhawatirkan lagi, narkoba telah merambat masuk dan menggerogoti hidup sampai hampir semua komponen bangsa. Pornografi pun demikian, saat ini menjadi hal yang sangat serius. Anak-anak sudah sangat mudah mendapatkan secara diam–diam melalui konten internet, yang pada akhirnya dapat merusak pergaulan. Pornografi juga dapat merusak sel saraf otak, bahkan bahaya pornografi bisa dianggap lebih merusak sel saraf dari pada narkoba,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan otak akibat narkoba bisa merusak dua hingga tiga komponen di dalam otak.

Baca Juga  Dukcapil Halsel Timba Ilmu dari Dukcapil Bengkulu

Mirisnya lagi, akunya, akibat kecanduan pornografi bisa merusak 5 komponen yang ada dalam otak.

Orang yang kecanduan pornografi, jelasnya, otaknya bisa mengalami kerusakan sehingga dirinya akan menjadi bodoh dan teradiktif, bahkan dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit seksual.

”Ke dua hal tersebut, narkoba dan pornografi, harus segera diatasi. Jika tidak, maka akan mengakibatkan lost generation atau kehilangan generasi, sebab bahayanya dapat menghancurkan masa depan generasi muda penerus bangsa ini,” tegasnya.

Bukan saja narkotika dan pornografi, jelasnya, masih ada kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak yang masih harus dihadapi bangsa ini.

Apalagi, saat ini kasus menunjukkan tren peningkatan serius yang mencemaskan.

Menurutnya, kasus kekerasan bisa berupa kekerasan seksual, penelantaran, penganiayaan, eksploitasi seksual, kekerasan dalam rumah tangga dan berbagai bentuk kekerasan lainnya seperti perdagangan manusia (human trafficking) dan pemiskinan kaum perempuan (feminisasi kemiskinan).

Baca Juga  58 Madrasah Aliyah di Maluku Siap Gelar UNBK

Karena itu, tambahnya, sosialisasi dimaskud digelar bersama dengan tujuan menyikapi konteks lawan narkoba, pornografi, kekerasan terhadap perempuan dan anak, demi masa depan Indonesia gemilang, maupun mempersatukan keluarga besar TNI-Polri yang ada di Maluku.

”Menyikapi kasus ini, sudah seyogianya kita memperhatikan pola manajemen keluarga yang baik dan pola pengasuhan anak yang tepat, sehingga ada upaya protektif dalam mengatasi permasalahan yang dapat menghancurkan dan membunuh karakter serta masa depan perempuan dan anak-anak,” pungkasnya. (keket)