Tobat, Buzzer Ini Bocorkan Rahasia Serang Ulama

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ustaz Hilmi Firdausi mengungkap salah satu buzzer yang selama ini getol menyerang para ulama.

Buzzer tersebut mengaku sudah bertobat. Sangg buzzer menyampaikan langsung kepada Ustaz Hilmi bahwa dia sudah tobat.

Ustaz Hilmi memposting screenshot percakapannya dengan sang buzzer. Dalam percakapan itu, buzzer meminta identitasnya dirahasiakan.

Mantan buzzer itu membongkar rahasia mereka menyerang para ulama vokal.

Link Banner

Para buzzer, kata dia, menyerang ulama dengan isu asusila, poligami, ustaz amplop, ustaz kok kasar, hingga ustaz dikit-dikit fatwa.

Dari sekian banyak ulama yang jadi sasaran buzzer, Ustaz Hilmi dianggap paling sulit dihadapi.

“Kalau ustaz lain kadang kepancing emosi, ust (Hilmi) malah dibecandain, kami jadi bingung mau komen apalagi,” kata mantan Buzzer kepada Ustaz Hilmi.

Ia mengaku kehabisan amunisi untuk memancing kemarahan Hilmi di media sosial. Semua cara sudah dicoba, tetapi gagal.

Baca Juga  GMNI Maluku dukung Pemprov Maluku peroleh 10% PI Blok Masela

“Senjata-senjata lain yang kami gunakan untuk menyerang ustaz lain pun kayaknya gak mempan di UHF (Ustaz Hilmi Faisal). Mau nyerang poligami ustaz, UHF sering posting keromantisan pasutri,” imbuhnya.

Dia menanmbahkan, mau menyerang tentang ustaz amplop, UHF seorang pengusaha, mau nyerang tentang kualitas keilmuan, UHF ngajinya keren banget.

“Mau nyerang dengan narasi ustaz kok kasar, UHF gak pernah ngomong kasar sedikitpun di medsos. Kami jadi bingung,” ungkapnya.

Ustaz Hilmi bersyukur karena salah satu buzzer yang selama ini menghinanya di media sosial kini sudah tobat. Ia berharap buzzer lain pun ikutan tobat.

“Kisah Buzzer taubat. Semoga menjadi hikmah dan makin banyak yang lain untuk mengikuti. Menghentikan caci maki di medsos hanya karena berbeda masalah pilihan politik. Baarakallahu fiikum,” kata Ustaz Hilmi melalui akun Twitter pribadinya, @Hilmi28.

Baca Juga  DPRD Maluku Tolak Ide Jadikan Pulau Buru Lokasi Karantina Mantan ISIS

(red/rtm/pojoksatu)